Tidak! Hanya Satu Hati 2

Tidak! Hanya Satu Hati 2

  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, fev 17, 2022
Tidak! Hanya Satu Hati 2 berakhir dengan kebahagiaan ataukah penderitaan? Kisah ini melanjutkan dari Tidak! Hanya Satu Hati kisah kita belum usai yang telah diterbitkan pada Januari 2022 oleh Lintang Semesta Publisher. di season pertama menggunakan dua pov tokoh di dalam cerita yakni, Ani dan Aksa. sedangkan, di kisah kedua ini kami memutuskan kembali berkolaborasi dengan menggunakan 4 pov dengan menggunakan alur maju-mundur. teruntuk pov Aksa sendiri harus kami ganti dengan Pov Prasetya dikarenakan ia tidak bisa melanjutkan kolaborasi. Keterangan Penulis: Tina Agustiani, Muhammad Naufal, Novitasari & Nisa Padilah
Todos os Direitos Reservados
#408
tidak
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • REPEAT STORY || [On Going+Revisi]™
  • Hati Sinta
  • I Love You Ketos (END)
  • Maybe Happy?✔
  • The end of a Love [ON GOING]
  • LUKA PUNYA CERITA
  • Unconditional love☑️
  • SECOND MARRIAGE ✔️

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo