AMARILLYS

AMARILLYS

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 8, 2024
amarillys; (inggris) : berkilau . . . . . "Dia cantik ya, Sal? Dia lebih cantik dari aku.." Faisal menggeleng tak suka, "Kamu yang paling cantik, Dayang." "Bunda juga cantik. Ayah juga bilang bunda paling cantik sedunia. T-tapi..." Lebur sudah. Tangisan Dayang pecah lagi. Lebih deras dari yang tadi. Lebih terasa sakit dari yang tadi. Terjawab sudah kenapa Dayang uring-uringan. Dan Faisal sudah bisa menebaknya. Faisal mengerti, ia sudah mengambil jalan untuk memulai hubungan dengan perempuan yang baru saja dipatahkan hatinya oleh orang yang paling ia percayai. Jadi ia juga harus siap menghadapi segala pikiran-pikiran tak masuk akal yang menurut perempuan itu bisa terjadi. Faisal raih tubuh rapuh itu ke dalam pelukannya, ia elus punggung belakang dan ia ciumi puncak kepala gadis itu dengan amat hati-hati. "Sayang.."
All Rights Reserved
#426
mahasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Roommate With Benefits
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]
  • Fight For You
  • AGGA
  • Diary Of Dan - Bagian Dua
  • MY LOVE STORY
  • KOSTAN JANUARTA
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • RAFKA [REVISI]

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines