We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ambivalence

Ambivalence

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ambivalence atau memiliki perasaan campur aduk tentang sesuatu atau seseorang. Sama hal nya dengan Hagiel Senandika yang tanpa sengaja telah menyukai gadis periang seperti Jisara Trafay. Perasaannya campur aduk saat berada di dekat gadis itu, jantungnya juga berdebar membuktikan bahwa dirinya benar-benar jatuh cinta dengan gadis itu. Namun Hagiel si cowok super kaku itu terlalu lemah untuk mengungkapkan perasaannya. Dia tidak berani untuk mengatakan pada Jisa bahwa ia menyukainya. "Jisa, gue mau ngomong sesuatu," ucap Hagiel dengan jantung yang berdebar. "Ngomong apa, Kak?" tanya Jisa menoleh membuat mereka berdua saling menukar pandang. Hagiel mengepalkan tangannya, seolah menahan detak jantungnya yang semakin berdebar karena gadis itu malah menatapnya. "Nggak jadi!" ucapnya lalu pergi begitu saja menyisakan Jisa yang kebingungan. Selalu seperti itu, Hagiel tidak pernah menyelesaikan ucapannya. Lidahnya terlalu kaku untuk sekedar mengungkapkan perasaannya. Apakah nantinya Hagiel akan berhasil mengungkapkan perasaannya pada Jisa, gadis yang ia sukai? atau bahkan sebaliknya? Cerita ini mengandung beberapa kata-kata kasar, dimohon bijak dalam membaca!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Filantropi [SELESAI]
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Kamu
  • AMISTAD✅
  • Arsyilazka
  • AGGA
  • AIRIS
  • SYAKILA
  • IS IT LOVE?  [On Going]

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines