Ambivalence

Ambivalence

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 20, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ambivalence atau memiliki perasaan campur aduk tentang sesuatu atau seseorang. Sama hal nya dengan Hagiel Senandika yang tanpa sengaja telah menyukai gadis periang seperti Jisara Trafay. Perasaannya campur aduk saat berada di dekat gadis itu, jantungnya juga berdebar membuktikan bahwa dirinya benar-benar jatuh cinta dengan gadis itu. Namun Hagiel si cowok super kaku itu terlalu lemah untuk mengungkapkan perasaannya. Dia tidak berani untuk mengatakan pada Jisa bahwa ia menyukainya. "Jisa, gue mau ngomong sesuatu," ucap Hagiel dengan jantung yang berdebar. "Ngomong apa, Kak?" tanya Jisa menoleh membuat mereka berdua saling menukar pandang. Hagiel mengepalkan tangannya, seolah menahan detak jantungnya yang semakin berdebar karena gadis itu malah menatapnya. "Nggak jadi!" ucapnya lalu pergi begitu saja menyisakan Jisa yang kebingungan. Selalu seperti itu, Hagiel tidak pernah menyelesaikan ucapannya. Lidahnya terlalu kaku untuk sekedar mengungkapkan perasaannya. Apakah nantinya Hagiel akan berhasil mengungkapkan perasaannya pada Jisa, gadis yang ia sukai? atau bahkan sebaliknya? Cerita ini mengandung beberapa kata-kata kasar, dimohon bijak dalam membaca!
All Rights Reserved
#735
crush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to be Your Friend
  • ALGARES [Hiatus]
  • Arsyilazka
  • Impossible
  • AIRIS
  • ALVANSA [Completed]
  • SYAKILA
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • AGGA
  • ABISATYA | END

Cover by : @ilustrasiindong Seri pertama dari #HTBYSeries Binar Almeara seorang gadis yang didiagnosa mengalami Avoidant personality disorder. Yakni gangguan kepribadian di mana penderitanya menghindari interaksi sosial. Hal itu membuat Binar selalu dinilai sombong, kaku, dan aneh. Hidup Binar bagaikan selembar kertas putih kosong. Hampa. Sampai suatu hari seseorang di bus kota itu mengajak bicara untuk pertama kalinya. "Nama gue Gema. Gema aja. Jangan pakai 'S'." Dan berawal dari pertemuannya dengan Gema, hidup Binar mulai berubah. "Bin, kursi pertemanan gue itu nggak terbatas. Tapi kalau saat ini gue mau lo duduk di sana, itu tandanya lo adalah orang yang terpilih. Atas keinginan gue sendiri. Atas hati gue sendiri." "Gue tahu kursi pertemanan lo itu belum terisi oleh siapapun. Apa gue nggak boleh duduk di sana biar lo nggak duduk sendirian lagi?" "Kasih tahu gue gimana caranya buat menempati kursi itu, Bin." Tidak ada yang tidak mau berteman denganmu, Binar. Bahkan siapapun yang sudah mengenalmu, mereka akan jatuh cinta padamu. --Langit. #challenge30gp

More details
WpActionLinkContent Guidelines