Krakatoa (Wirasena Chronicle #1)

Krakatoa (Wirasena Chronicle #1)

  • WpView
    LECTURAS 223
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 32
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 27, 2022
ꦦꦔꦼꦫꦤ꧀​ꦧꦏꦭ꧀​ꦮꦸꦔꦸ​ꦱꦏ​ꦠꦸꦫꦸ​ꦢꦮ꧉​​ ꦭꦤ꧀​ꦠꦼꦩ꧀ꦧꦁ​ꦠꦏ꧀ꦢꦶꦂ​ꦢꦶꦮꦶꦮꦶꦠꦶ​ꦤꦭꦶꦏ​ꦲꦶꦏꦸ꧉​​ Sang Pangeran akan bangkit dari tidur panjangnya. Dan nyanyian takdir pun dimulai saat itu juga. Dua kalimat awal dalam ramalan Nyai Titen membuka perjalanan epik yang menembus masa. Di Senopati, seorang lelaki menjadi satu-satunya korban selamat di ledakan yang menghancurkan kelab malamnya. Di Pelabuhan Gilimanuk, seorang remaja buta kabur setelah ia menjadi tertuduh pembakaran yang menewaskan seluruh teman panti asuhannya. Di Pontianak, seorang remaja putri diberi kesempatan untuk merubah kelainan yang dideritanya. Di Lampung, seorang bocah yang dapat menyembuhkan dengan sentuhan diculik dari keluarganya. DI Yogyakarta, seorang polisi wanita divisi kejahatan siber terbangun oleh telepon yang merusak masa depannya. Di Buaran, seorang pengamen jalanan dengan masa lalu yang kelam mendapat kesempatan kedua untuk menebus kesalahannya. Mereka terjebak dalam pertempuran antara LIBAS (Lembaga Iterasi Berbasis Anomali dan Supranatural) dan Prawelas (Prawira Sawelas) yang ingin membangkitkan kembali Pangeran Rakata. Putra mahkota Kerajaan Tambora yang dipercaya bertanggung jawab dalam meledakan Gunung Tambora dan Gunung Krakatau lebih dari dua ratus tahun lalu. Sementara mereka mulai memahami kekuatan yang ada di diri mereka masing-masing dan menyadari bahwa masih banyak orang-orang di luar sana yang memiliki anomali yang berbeda-beda, Anak Gunung Krakatau perlahan mulai murka dan siap meluluhlantakkan dunia. Cover illustration by Jasmine Karan @helloseumine Layout by Awi Chin @adorkablewriter
Todos los derechos reservados
#284
sciencefiction
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Heliosentris [TAMAT]
  • " SATRIA "
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • Cemoro Geni [TAMAT]
  • BOBOIBOY : ANGKARA LAIN
  • My Beloved Senior [HaliSol]

ɪ ᴅᴏɴ'ᴛ ɴᴇᴇᴅ ʏᴏᴜ ᴛᴏ ʟɪɢʜᴛ ᴜᴘ ᴍʏ ᴡᴏʀʟᴅ, ᴊᴜsᴛ sɪᴛ ᴡɪᴛʜ ᴍᴇ ɪɴ ᴛʜᴇ ᴅᴀʀᴋ Nicolaus Copernicus bilang matahari merupakan pusat tata surya dengan bumi beserta planet-planet lain bergerak mengelilinginya. Masalahnya, Varelino Dhafian itu bukan matahari. Sudah judes, tampangnya sengak, belagu, suka rebutan bola di lapangan, rada sensi ke makhluk +62 yang mudengnya lama waktu diajari rumus fisika, ngegas pula. Ew, sama sekali enggak cocok bila disandingkan dengan matahari. Yang ada dia itu kloningan raja kegelapanlah iya! Herannya, Varel tetap punya bala-bala penggemar di SMA Senjayana yang mengelilingnya. Mulai dari modelan cewek penghuni Planet Namec yang centilnya naudzubillah, cewek kutu buku Galaksi Andromeda, sampai alien yang suka jejeritan di lapangan. Hih, Gladys Anindya jadi bertanya-tanya mata mereka yang pilong atau efek kelilipan trigonometri? Mau sambat, takut disambit. Mau menghujat, ogah diserampang bola basketnya Varel. Diam terus, makin digerus ocehan si Sengak. Gila! Rasanya Gladys pengin nebeng Adudu buat pindah planet saat pihak sekolah bilang Varel-lah yang ditugaskan menjadi pembimbing olimpiadenya. Hadeh, selamat tinggal kegabutan, rebahan, dan goleran. Kini, Gladys resmi berkencan dengan bul-ngebul rumus fisika dan senior songong penyebab Varelphobia. Dapatkah gravitasi tetap mempertahankan dunia Gladys agar tak tersedot anomali Varel dalam prosesnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido