DANDELION

DANDELION

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 17, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Alyatara itu kecil dan tidak berdaya. Ia selalu mendapat diskriminasi, perundungan, bahkan pelecehan. Suara-suara dan bisikan tak mengenakkan terus berdengung di telinganya. Dunianya gelap, tanpa penerang dengan cahaya temaram sekalipun. Sementara itu, ada Adalvino si lelaki tangguh yang selalu mengutamakan orang lain dibanding dirinya sendiri. Karena itu, ia menyimpan banyak rahasia dan trauma mendalam yang semakin hari semakin menggerogotinya. Keduanya saling terikat dalam masa lalu kelam, dibalut luka dan berusaha saling menyembuhkan satu sama lain. "Semesta kejam banget ya?" -Alyatara. "Bukan semesta, tapi isinya, manusianya." -Adalvino.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peluk Aku, Tuan
  • 1001 Luka [On Going]
  • ALETHA √
  • DRABIA [END]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Angkasa & Senja
  • Persona

Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines