DANDELION

DANDELION

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 17, 2022
Alyatara itu kecil dan tidak berdaya. Ia selalu mendapat diskriminasi, perundungan, bahkan pelecehan. Suara-suara dan bisikan tak mengenakkan terus berdengung di telinganya. Dunianya gelap, tanpa penerang dengan cahaya temaram sekalipun. Sementara itu, ada Adalvino si lelaki tangguh yang selalu mengutamakan orang lain dibanding dirinya sendiri. Karena itu, ia menyimpan banyak rahasia dan trauma mendalam yang semakin hari semakin menggerogotinya. Keduanya saling terikat dalam masa lalu kelam, dibalut luka dan berusaha saling menyembuhkan satu sama lain. "Semesta kejam banget ya?" -Alyatara. "Bukan semesta, tapi isinya, manusianya." -Adalvino.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • KEPERGIAN SENJA
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • 1001 Luka [On Going]
  • Peluk Aku, Tuan
  • [𝗚𝗶𝘃𝗲 𝗠𝗲] 𝗔 𝗟𝗶𝘁𝘁𝗹𝗲 𝗠𝗶𝗿𝗮𝗰𝗹𝗲 ✔
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • Persona

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines