The Prince From The Hidden Castle

The Prince From The Hidden Castle

  • WpView
    LETTURE 39
  • WpVote
    Voti 10
  • WpPart
    Parti 5
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, feb 10, 2025
"Joey, kita beda dari mereka! Kita ini iblis!" "Lo yang iblis, cuma karena lo iblis dan lo takut nyakitin Anne jadi lo berusaha misahin gue sama Catherine?" "Kita bukan manusia pangeran Joey." "Gue tau, tapi gue gak bakal jadi pengecut kaya lo "
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • Smoky Heart
  • Darah di Tahta Sunyi
  • Kingdom In Ashes
  • Angel, Human and Devil
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • The Cruel BOYFRIEND [TERBIT]
  • [END] Putri Bupati yang Melawan Hantu Setiap Hari
  • THE PRETTY LITTLE DEVIL AND ANGEL [END]

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti