Edgar : Between Chaos and You

Edgar : Between Chaos and You

  • WpView
    Reads 64,704
  • WpVote
    Votes 2,293
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
"Namanya Edgar Almero Damothra," kata Leonar sambil nunjuk layar, ekspresinya kayak detektif nemu penjahat kelas kakap. "Ingetin baik-baik. Jangan pernah sedikit pun berurusan sama dia! Jangan." "Kenapa? Dia vampir?" Ck! Leonar geleng kepala kayak kipas angin rusak. "No! Dia itu rajanya Bastadja, Tha. Kalo lo liat dia, lagi jalan sendiri, atau apa kek yang kira kira dalam satu lingkaran sama dia. Langsung puter balik! Serius. Jangan Papasan." Agatha ketawa kecil. "Lebay." "Lebay kepala kau! Ini beneran!" "Yaelah, kalo gue gak nyari masalah ya aman-aman aja kali. Masa harus kabur segala?" Leonar narik napas panjang kayak abis lari satu stadion. "Mending lo dengerin gue. Demi keselamatan mental dan jasmani lo." Dan Agatha, seperti remaja biasa yang belum sadar hidup akan diguncang... cuma ketawa. "Iya iya. Lagian gak mungkin juga gue berurusan sama dia." *** "Deforsio bukan sekadar geng. Mereka legenda hidup di Bastadja. Kalau lo liat mereka jalan bareng, semua lorong sekolah otomatis sunyi. Lo bisa bilang mereka kayak pasukan elite dari dunia lain. Terlalu sempurna, terlalu jauh buat disentuh!"
All Rights Reserved
#3
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Become a Parent's [END]
  • Antagonis 2 (END)
  • BABAK TERAKHIR
  • Psychopat [SELESAI]
  • ERLANGGA
  • Black Ravens New Generation

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines