ARTHALEO
  • WpView
    GELESEN 8
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., Mai 15, 2025
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Kita memang dekat, bahkan lebih jauh dari kata itu. Namun, kedekatan kita ngga akan pernah ada status." Junartha Leo Alexandra, murid laki-laki yang menduduki bangku kelas tiga dengan sebagai ketua seni musik di sekolahnya. Tampan, dan kaya akan harta, secara ia anak orang yang punya penambangan batu bara terbesar di Indonesia. Namun, ia sedikit cuek, sehingga orang-orang berprasangka jika ia tidak cuek kepada cewe artinya mereka dekat. Bernathita Azalia, seorang gadis yang tangguh namun rapuh, banyak cobaan mengelilinginya, problematika kehidupan pun terus berdatangan padanya. Ia gadis yang suka memotret, makan pedas, dan juga nonton film. Aza yang mempunyai mimpi menjadi seorang pramugari tapi keinginannya itu hanyalah mimpi yang dikubur baginya, karena keterbatasan dari segala hal dan bertentangan dengan keinginan orangtuanya. "Sebuah cara untuk melupakannya." Jogja, 10 November 2022
Alle Rechte vorbehalten
#685
posesif
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • GANTARA | TAMAT
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • A Whole New World (Completed)
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • Diary Cinta ELVAZA
  • GANEETA (END)
  • [#ADWS1] BARA [SUDAH TERBIT]
  • Between Love And Ideals (TELAH TERBIT)
  • Maze of Memories

Start : 27 Juli 2021 Ending : 27 Desember 2021 BELUM REVISI! Jatuh cinta itu menyebalkan. Penuh rasa sakit juga perjuangan. Mentari yang memiliki sikap bar-bar serta tomboi dan jangan lupakan otaknya yang pas-pasan. Harus dipaksa memikirkan banyak cara demi melanjutkan masa depannya bersama sang pujaan hati. Dia, Genta Bagaskara. Sang penguasa sekolah yang terkenal dengan sikap batunya. Mungkin jika ingin berbicara dengannya kalian harus membayar lebih karena mendengar satu kata yang keluar dari mulutnya sama seperti menunggu ayam jantan bertelur. Impossible! "Ingat! Kalau seribu cara gak bisa buat lo takluk. Gue siap maling ke rumah lo, buat ambil salah satu celana bermotif SpongeBob kesukaan lo," ancamnya penuh percaya diri. "Buat apa?" Ia melotot kaget mendengar ancaman Mentari yang secara gamblang membuka kartunya. "Gue pelet, kalau gak mempan. Gue santet!" Seringainya seolah perkataannya bukan hanya sebuah lelucon. Berhasilkah Mentari mencuri hati sosok penguasa sekolah dengan perjuangan atau justru dengan cara instant, bernama pelet? Note : Revisi dan Publish ulang

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien