Anesva [Short Story] END

Anesva [Short Story] END

  • WpView
    LECTURES 38
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadTerminé sam., avr. 15, 2023
" Kak kita ada salah ya sama mereka? " " Kita gak salah dek, kita lahir gak minta, dan mereka gak mau kita ad, jadi gak ad yg salah di antara kita " Kata kakak ikutin aja alur takdir kita, kalo sedih ya cobaan, kalo bahagia ya beryukur, tetapi takdir jahat banget sama Zelia, takdir gak pernah bikin Zelia bahagia. Bahkan buat ngerasain kasih sayang orang tua, takdir Zelia gak ngizinin, takdir Zelia itu lucu, lahir hanya untuk di tinggal kan. Tapi kata kakak juga, Zelia ga boleh dendam sama orang tua katanya dosa, tapi Zelia ga pernah dendam kok kak, malah Zelia berharap mereka selalu bahagia. "Zelia sayang kakak, ayah dan bunda. terus bahagia ya? " -Butterfly🦋 " Kakak juga sayang Zelia, Zelia juga harus bahagia ya? " -Bintang semesta⭐ ----------------------- Hello semuanya, ini cerita pertama aku , jadi kalau menemukan kesalahan tolong di maklumin ya? Untuk penataan kata dan narasinya juga, aku mohon untuk di maklumin ya jika menurut kalian kurang baik dan bagus Wkwk makasih yang udh mampir, baca apa lagi yang udh follow, Love you deh buat kalian 😍 Biar enak mungkin kalian bisa panggil aku Anya atau Lia ya>< Seblumnya jika ad kesamaan tokoh dan alur mohon maklum dan saya minta maaf jika ada pembaca yg tidak berkenan tau berpikir saya menjiplak. Cerita ini 100% ide dan haluan pribadi ku.
Tous Droits Réservés
#857
renjun
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  •  FIGURAN ARZEV
  • YILDIZ [TAMAT]
  • Selamanya
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • Five wishes! [SM Family]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu