We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rania
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 2, 2024
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Tak ada kata cantik untuknya di antara kehidupan ini. Seakan semesta menghardik dirinya. Memilih sendiri. Hobinya adalah memeluk rasa sakit. Karena makna yang dicarinya masih memberi tanda tanya. Setiap langkahnya ada sayatan pilu. Dan sekali lagi. Ia hanya di dekap dengan ikhlas dan sabar. Di samping semua itu, ada keluarga lain yang berpetualang meraih hidupnya kembali agar memberi warna dan kesejukan akan keberadaannya. Meski dalam dimensi yang berbeda. Entah bahagia atau sedih yang Rania rasakan, ketika dunia yang pertama menjadikannya anak pertama dari 8 bersaudara. Namun hidupnya berubah setelah tidurnya yang panjang dalam portal kehidupan menjadi si bungsu dari 7 kakak laki-lakinya. Dan harus kehilangan bundanya dalam dunia yang berbeda. .......
All Rights Reserved
#312
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • LANGKAH-LANGKAH RANIA
  • Kesedihan [SELESAI]
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Rania: Melebur Trauma, Menyambut Bahagia
  • Siapa Aku? Dan Siapa Mereka?
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Brave Alone
  • Hurun'in
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines