REXION

REXION

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 18, 2022
Jika ada penghargaan untuk seseorang yang memiliki banyak topeng ekspresi, maka pemenangnya adalah seorang REXION Memiliki begitu banyak masalah yang harus dia hadapi sendiri, membuatnya merasa lelah dan frustasi Dia bisa tersenyum manis, namun di balik senyum manisnya tersimpan kepahitan yang hanya bisa dia rasa Dia bisa tertawa bahagia,namun di dalam tawanya menyembunyikan begitu banyak luka "Topengku terlalu banyak, sampai aku pun mulai tak mengenali mana yang asli" REXION _______________________ [JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE]
All Rights Reserved
#509
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • goodbye my beloved (Hiatus)
  • GEZA [HIATUS]
  • DUA INSAN
  • Pelangi Di Matamu
  • kenza
  • Angkasa
  • Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja
  • SATRIA

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines