Ngga Sholat si!

Ngga Sholat si!

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 31, 2022
Kadang, suatu hal yang sepele belum tentu sepele di mata pencipta. Tapi kalau barang wajib disepelekan, beh.. ngga usah ikut-ikutan deh. Ntar kalian jadi hilang arah kayak geng HUROKU loh. *Kuy lah kepo atau ngga kepo, klik "baca" gass ajaa [pemaksaan]. Cerita ini itu cerita kebanyakan humornya daripada horornya. Humornya tuh pas banget deh buat kalian yang lagi depresot seperti saya [cry]. Terus nih teruss.. yang horor juga pas banget buat kalian yang lagi takut menghadapi kenyataan bahwa udah jarang sholat, sekalinya sholat request Chindo [saya menertawakan kelean semwuaa]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#8
ngaji
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Penguasa Alam Ghaib
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Sebelum Tidur | end Season 1 |
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • SAD GHOST 6 ✓
  • ARFA (Arka Fauza) END
  • Tolong, Aku Masih di Sini

Kami ingin minta kejelasan." kata dukun itu ngotot. "Kejelasan yang bagaimana?" tanyaku "Ya kejelasan apa penyebab anak ini meninggal." "Bukannya bapak ini kemarin sudah jelas?" kataku menunjuk kepada ayah anak itu. "Iya kan pak?" "Iya..." jawab pak Jo. "Tapi sekarang saya ingin lebih jelas lagi." "Bapak ini bagaimana to... kemarin sudah ku hadapkan pada dukunnya, bapak ku suruh bertanya sejelasnya lalu bapak tak mau bertanya mendetail, kemarin kan bapak sudah bicara panjang lebar dengan ruh dukunnya, sampai dukunnya juga minta maaf bapak juga sudah memaafkan, kok sekarang berubah?" "Maaf saya menyela.." kata dukun, "Saya masih tak percaya... dengan apa yang pak kyai lakukan, bisa saja itu hanya rekayasa." "Rekayasa bagaimana?" "Coba pak kyai buktikan lagi, jika itu bukan rekayasa." "Baik... aku akan ambil ruh anak bapak yang sudah meninggal, akan ku masukkan ke orang, nanti bapak tanya sendiri, kalau ndak percaya, nanti mas yang suka usil ini jangan salahkan kalau ku cabut ruhnya, ku lempar ke neraka..., atau ku pindah ke hewan." kataku yang segera minta ijin ke malaikat Isrofil untuk didatangkan ruh anak kecil yang kemarin meninggal. Namanya juga mimpi, ya aneh aneh saja. Satu menit berlalu. Dan ruhnya anak kecil yang meninggal sudah ada di dalam tubuh mediator. "Huuuu huuu.." dia menangis... . . . .PENASARAN...? .ikuti terus jalan ceritanyaa....!!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan