SILAM
  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 9, 2022
~~PROLOG~~ Semilir angin senja membelai lembut pipi mulus nan putih yang basah karena air mata. Entah sudah berapa lama netra itu terus menangis, yang kian lama terasa makin sesak. Dinginnya angin tak dihiraukannya, yang ia ingin hanya menangis, menumpahkan semua rasa sakitnya. Netranya terus menatap luasnya danau yang begitu tenang, duduk disebuah bangku putih bersih seorang diri. Menahan sesak, untuk tak kembali menangis, tapi nihil air mata itu tetap lolos membasahi pipinya. "Kamu tega." lirihnya. tetap awas menatap air tenang yang telah menelan sebuah cincin yang selama ini indah di jari manisnya. "Kenapa kamu gak bilang dari dulu Van? Kenapa baru sekarang? 5 tahun kita bersama, tapi ini yang kamu berikan?" beberapa pertanyaan terlontar dari bibir mungilnya. "Aku benci kamu Devano Enandra!!" "Chel jangan!" tanpa aba dan tak bisa dicegah, gadis dengan rambut panjang itu melepas cincin dari jari manisnya dan melemparkannya ke dasar danau. Lututnya tak bisa menopang lagi bobot tubuhnya, ia luruh jatuh ke tanah, dengan terisak pilu menunduk begitu dalam. "Rachel." "Aku benci kamu Vano!" teriaknya sembari menepis kasar tangan lelaki jangkung yang selama ini menemani hari-harinya. "Aku mau kamu pergi! Pergi dari hadapanku!" sambungnya dengan penuh penekanan disetiap kata. "Aku minta maaf Chel, maafkan aku jika ini membuatmu terluka, aku pergi." "Hikss ... hikss." Hening, hanya isak tangis seorang gadis yang terdengar di tengah luasnya tepian danau.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • ALSTARAN [END]
  • Bersamamu
  • Because I'm Stupid (End)
  • Pada Senja, Kita Bertemu di Batavia.
  • BASTARD prince (Paxton seri 1)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Masa Remaja si Penikmat Senja
  • Vericha Aflyn ✔️
  • RadenRatih

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines