Clara Jingga

Clara Jingga

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 13, 2023
Arvan Senja Reindra pria yang tidak pernah kehabisan ide untuk membuatku tertawa, seseorang yang tidak bisa ku tolak keberadaannya. Tidak seperti namanya yang terkesan melankolis dan romantis Dia pria yang menyebalkan tidak bisa berhenti mengoceh, humoris, terkadang cuek dan tingkahnya selalu mengejutkan. Dia senja ku, senja yang ku temui di pagi hari. Yang selalu memaksaku untuk berkata 'Iya' ... ... ... "Ini belum akhir, kita hanya kembali ke titik awal. Yaitu menjadi orang asing" Sampai akhirnya kalimat itu keluar dari nya . . . . Start : Februari 2022 Finish : We Never know 😶😄 Support karya ku dengan klik bintang nya yaa comment apapun yang ingin kalian sampaikan.. Kritik & saran dari kalian sangat membantu. 🧡🧡
All Rights Reserved
#78
terlambat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Milik Senja
  • Gadis Senja
  • Aku Menyerah (COMPLETED)
  • AQRAF (On Going)
  • Hujan Tanpa Senja
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • ALZADAISY[End]
  • DIA MATAHARI 2: I'M THE WINNER
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • SENJAGA | PERJODOHAN [END]

"Kukira kita hanya berpisah sebentar. Tapi ternyata... hatiku tak pernah benar-benar pulang darimu." Maura Elvara Maheswari masih terjebak di masa lalu. Walau senja di kampus sudah berganti, matanya masih mencari siluet Arvano . Pria yang pernah ia cintai, ia sakiti, dan kini hanya bisa ia kenang lewat rasi bintang dan laporan praktikum yang tak pernah selesai. Sementara Arvano Reinaldi Atmadja, yang kini bekerja di Jepang, menjalani hari dengan sunyi. Bukan karena tidak ada yang mendekat, tapi karena hatinya... pernah ditinggal saat ia paling butuh ditemani. Maura mencoba jatuh cinta lagi-dua kali malah. Tapi semuanya gagal. Rasanya selalu salah. Karena ternyata, meski logika berkata "move on", hatinya tetap berkata, "dia masih milik senja..." Tapi, bisakah dua hati yang pernah patah... saling sembuh, kalau mereka masih saling menjadi rumah satu sama lain?

More details
WpActionLinkContent Guidelines