Rumah nyaman

Rumah nyaman

  • WpView
    Membaca 56
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 9, 2024
WpInfo
Fiksi
Fiksi Ilmiah
Pada awal abad ke-22, bumi tidak dalam kondisi terbaiknya. Udara kotor penuh zat-zat beracun yang berasal dari pabrik-pabrik tak berizin bertebaran di udara bebas karena tidak peduli. Ditambah lagi, bersamaan dengan gunung-gunung berapi yang bererupsi tanpa henti. Membuang abunya dengan bantuan angin, menyebarkan abu hingga hampir ke penjuru bumi. Membuat semuanya bertambah menjadi lebih buruk. Saat menatap ke depan, hanya abu-abu yang terlihat di mata. Semua orang dilarang untuk keluar jika tidak ada urusan penting. Bumi harus istirahat. Bumi kini dalam kondisi terburuknya. Bumi sedang sekarat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
fiksirrmaja
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Noli Desperare - NPC2301 TerraWalker Series Role Play Event
  • Bumi Kelabu
  • BIOPOCALYPSE : Extinction

Fiksi ini bercerita tentang kehidupan Alam yang penuh derita. Sejak kecil ia sudah menjadi gelandangan dengan kecacatan yang menambah kesulitan hidupnya. Setelah beberapa kali Alam mencoba untuk bunuh diri, ia selalu selamat. Namun, ketika ada satu hal yang membuatnya merasa lebih baik untuk melanjutkan kehidupan, ia justru mengalami kecelakaan yang tak diinginkannya. Seiring berjalannya waktu, Alam berhasil memperbaiki hidupnya walau pada akhirnya ia harus kehilangan wanita yang sangat dicintai olehnya. Bukan hanya Alam. Si cantik Manda juga merasakan derita yang serupa. Luka membuatnya menganggap bahwa mengakhiri hidup adalah jalan keluar satu-satunya. Menjadi seorang pelacur tentu bukan cita-citanya. Sayangnya, ia terjebak di keadaan pedih tersebut dengan perasaan yang kian tersiksa. Manda terus berusaha untuk keluar dari dunia bak penjara itu, apapun yang terjadi, bagaimanapun luka yang tercipta ia yakin bahwa peluang untuk bahagia masih ada untuknya. Alam: Aku merasa telah menjadi sampah dunia yang tak berguna. Juga seperti abu yang sudah terbakar berkali-kali. Pernah aku mencoba untuk mengakhiri hidup. Sekali, dua kali, tiga kali, tapi aku selalu selamat. Lalu aku kembali menabrakkan diri dan menjatuhkan diriku yang cacat dari ketinggian serta menelan racun. Aku, tetap selamat. Cahaya putih dapat kulihat lagi saat aku terbangun. Jika orang lain berbahagia karena masih berkesempatan untuk hidup di dunia, aku justru merasa tersiksa setiap kali gagal membuang nyawaku. Manda: Lima tahun setelah pernikahan Ayah dan ibuku, lahirlah aku. Bayi perempuan yang katanya tidak pernah diharapkan oleh ayahku. Aku tidak mampu mengingat banyak hal tentang kehidupan masa kecilku. Tapi peristiwa mengerikan yang pertama adalah di saat aku berusia 14 tahun. Aku dipaksa menjadi seorang pelacur.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan