Persahabatan dan percintaan, dua hal yang saling berdampingan, menciptakan banyak cerita dan kebahagiaan juga saling melengkapi.
Awalnya hanya sebagai orang asing, hingga lewat sebuah perkenalan, mampu mengubah semua menjadi lebih berarti, menjadi bagian yang terpenting dalam kehidupan. Aku, kamu, dan dia, kita telah menjadi kita.
Bukan hanya saja sahabat, gadis bernama Lita itu juga bertemu dengan dua lelaki yang mengisi hatinya.
The Genk selalu bersama, tetapi setelah lulus SMA, mereka harus terpaksa terpisah, dikarenakan mereka memilih menempuh pendidikannya di universitas yang berbeda. Bagaimana setelahkah kisah Lita dan kawan-kawannya setelah mereka terpisah jarak? Akankah persahabatan mereka tetap utuh, atau justru saling melupakan seiring berjalannya waktu?
Gadis itu juga harus belajar bersabar, berat rasanya katika ia LDR-an dengan si doi. Kekasihnya tersebut menempuh pendidikannya di kota Bandung, sementara ia tetap kuliah di Jakarta. Tak jarang perasaan khawatir menyelimuti hati, perasannya berkecamuk. Dengan segala ujian yang datang menghadang, mampukah ia bertahan dengan hubungan jarak jauh dijalaninya?
Akankah akhirnya perjalanan Lita berlabuh pada sahabatnya laki-lakinya yang selalu ada didalam segala suasana atau ...?
Biarlah sang waktu yang akan menjawab semuanya.
Raski tak pernah menyangka bahwa sebuah ajakan sederhana dari sahabatnya, Alfa, akan menjadi awal dari kisah yang menggugah hatinya. Semua berawal dari ajakan nonton film horor bareng teman-teman kampus-kegiatan biasa yang berubah menjadi momen luar biasa.
Gugup, malu, tapi diam-diam berharap. Duduk bersebelahan dengan Dwi, gadis yang baru dikenalnya, membuat perasaan Raski berkecamuk. Dari genggaman tangan tak sengaja di bioskop, hingga tawa bersama di dalam photo booth, perlahan-lahan jarak di antara mereka memudar.
Namun, apakah semua ini hanya perasaan sesaat? Atau mungkinkah ini awal dari kisah yang sebenarnya?
Dalam dunia yang serba cepat dan penuh kejutan, Raski belajar bahwa cinta tak selalu hadir dalam bentuk megah. Kadang, ia datang dari percakapan canggung, tawa kecil, dan detik-detik sederhana yang bermakna.
Karena ketika hati mulai bicara, tak ada lagi yang bisa disembunyikan.
Dan Raski pun mulai menyadari... mungkin, dia memang telah menjadi milik Dwi-sepenuhnya.