We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bowled In A Trap

Bowled In A Trap

  • WpView
    Reads 652
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 19, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
"Pakai ini!". Perintahnya masih dengan nada dinginnya. Dengan gemetar, Nabila meraih baju kaos dan jaket yang diberikan Akhbar untuknya, kemudian gadis itu memakai kaos tersebut dan menggunakan jaket merah itu untuk menutupi bagian bawahnya. "Apa kamu akan baik-baik saja?". Tanya nabila ragu. Akhbar melirik Nabila sebentar, kemudian kembali menatap pada dinding kosong di hadapannya. Ia benar-benar harus menahan diri, jebakan sialan. Akhirnya dengan perlahan Akhbar menghampiri Nabila. Berdiri tepat di hadapan gadis itu. "Dengar! Kita harus kel-..". BRAKK Satu-satunya pintu diruang itu terbuka menampilkan beberapa orang yang menatap mereka dengan terkejut, bahkan sebagian dari orang-orang itu kini tengah berbisik sesuatu yang tidak mengenakan. Akhbar merubah posisinya untuk menutupi Nabila agar orang-orang disana tidak dapat melihat keadaan gadis itu. Meski sulit untuk mencegah mereka untuk tidak berpikir yang tidak-tidak. Bayangkan saja keadaan Akhbar dan Nabila saat ini. Keduanya sama sekali tidak enak untuk dilihat. Akhbar yang hanya mengenakan celana pendek sebawah lutut sedangkan Nabila mengenakan kaos lengan panjang Akhbar yang menutupi sampai ke pahanya dan jaket merah sebagai penutup bawahnya. "Semuanya bubar sekarang juga. Dan kalian berdua, segeralah datang keruanganku setelah kalian memakai pakaian yang lebih layak dari ini".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • MASTER ON THE BED
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • IMDL
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Marga Alvarezka
  • tentang sebuah rasa
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Single Moms (End)

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha

More details
WpActionLinkContent Guidelines