Hipotalamus

Hipotalamus

  • WpView
    Reads 277
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 7, 2022
Hai, ini cerita memang enggak baru, tapi seru untuk diikuti kisahnya. Salah satu kisah yang termasuk dalam 10 naskah terbaik parade penerbit RNA tahun lalu. Yeaaayyy! Sebuah kisah tentang pejuang garis dua. Yuk, ah. Jangan lupa ikuti dan vote, ya. 😘 Blurb Perjuangan Thalita dan Haris untuk mendapatkan keturunan di usia pernikahan yang hampir menginjak sepuluh tahun sia-sia. Empat dokter yang menangani keduanya menyatakan mereka sehat secara medis. Akan tetapi, pertemuan mereka dengan Sarah, seorang dokter kandungan sekaligus konsultan infertilitas membawa mereka pada kenyataan pahit. Thalita mengidap satu penyakit yang tak dapat disembuhkan. Perjuangan Haris dan Thalita pun dimulai, di tengah desakan dan tekanan yang semakin kentara dilayangkan untuk mendapatkan keturunan penerus konglomerat Cipta Adhitama. Traumatis atas meninggalnya sang ayahanda pun menjadi beban tersendiri untuk Thalita. "Semua bermuara pada hipotalamus." Bagaimanakah Sarah mengungkapkan bahwa hipotalamus akan menjadi cikal bakal kesuksesan program mereka? Dapatkah Thalita dan Haris menghadapi cobaan dan ujian yang menerpa? Sanggupkah mereka memberikan keturunan untuk penerus keluarga konglomerat Cipta Adhitama?
All Rights Reserved
#14
pejuanggarisdua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heart & Vein END
  • Calon Malaikat Kecil (END)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Adoptive Younger Sister [END]
  • Saatnya Menikah! [Completed]
  • A Letter to My Sister
  • Annoying Boy & Good Papa
  • Mantan Ngajak Balikan (Season 1) (Tamat Di Aplikasi Kbm)
  • Xless Marriage

Mimpi apa aku semalam? Dokter Heart datang ke rumah bersama kedua orang tua, berniat melamar. Parahnya, Ibu dan Bapak menerima pinangan. Aku yakin mereka sedang berinvestasi bodong. Manusia sepertiku, harusnya sulit mendapat jodoh. Seorang budak berscrub abu-abu, yang baru beberapa hari mahir mengambil darah. Memeluk kasur sekadar 5 jam sehari adalah prestasi membanggakan. Sekarang, aku didaulat mengabdi pada suami? Masalahnya adalah, dia residen Obgyn parlente menjijikan. Menebar senyum pada ibu-ibu hamil. Menjauh jika koas bau seperti kami mendekat. Apa yang dia harapkan? -------- -------- Karena di KBM APP dan KK, Senyummu Tampak Tak Baik-Baik Saja sudah tamat, aku mulai siapin cerita baru. Masih seputaran kehidupan asmara di rumah sakit. Semoga nggak bosen. Jangan lupa add to library/subscribe dulu. Ditunggu komen-komen cetarnya sebagai penyemangat aku menulis ya, teman. Disclaimer: Cerita ini hanyalah fiksi karangan penulis. Semoga bisa memetik hikmah dan maafkan jika ada segala khilaf kesalahan dari tulisan ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines