We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
An Obelia Prince {HIΔTUS}

An Obelia Prince {HIΔTUS}

  • WpView
    Reads 165,259
  • WpVote
    Votes 19,120
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 15, 2022
WpInfo
Fanfic
Lout of Count's Family
''Ukh,,, di mana aku sekarang? Bukankah seharusnya aku tidur di ranjang bersama anak-anak? Tapi apa sekarang?!! Tidak dengan ranjang yang empuk ataupun anak-anak, yang ada hanyalah aku yang menjadi anak-anak itu sendiri!! Err,,, aku menjamin bahwa semua ini adalah perbuatan Dewa Sialan itu!'' . . -Cale, seharusnya waktu hanya bisa dibelokkan jika ada yang berani membuat kesepakatan denganku. Tetapi tidak ada satupun orang di sini yang pernah melakukannya denganku, kecuali... Hanya sebuah hasil dari kegabutan dan sekedar untuk mengisi waktu luang. Keep enjoy this story...
All Rights Reserved
#3
tcf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • aza
  • As Possible
  • Side Story 4 : I Became A Father [Suddenly, I Became A Princess]
  • ALVIN (On Going)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • philopobhia
  • 𝐑𝐞𝐝 𝐊𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 [END] || F. Rovein

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines