Prolog
Dahulu Djenar pernah terjebak melibatkan "rasa" dalam hubungan Dom Sub relationshipnya. Rasa sakit, kecewa dan luka (baik luka fisik maupun luka hati), tak juga membuatnya tersadar bahwa dia sedang terjebak dalam hubungan yang toxic. Hingga pada akhirnya Kegagalannya dalam hubungan tersebut menjadikannya enggan melibatkan rasa lagi dalam hubungan D/S yang dia jalani. Bagaimanapun caranya, dia selalu menghindar jika ujung dari relationship yang dia jalani sudah mulai bikin baper.
Namun cinta selalu datang tiba-tiba. Tidak mengenal masa, suasana, tahta, logika, atau hal lainnya. Akankah Djenar membuka lagi hatinya? Akankah Djenar menghindar lagi kali ini saat hatinya sudah memilih? Akankah Djenar mengelak tentang apa yang dirasanya? Atau.. akankah cintanya berbalas saat hatinya mulai terbuka?
Malam itu Djenar bersimpuh, pandangan matanya ke bawah, dia menyatukan kedua pergelangan tangannya dan menyodorkannya ke hadapan laki-laki itu, "I offer you my submission and obedience, Sir. I'm begging you to please accept me as your sub to serve you, as your toy to play with, and as your bitch to please you. Please, I'm begging. Please let me be yours, Sir" pintanya.
--------
Hai.. tengkyu cooo much masih nemenin aku. Kali ini aku berkesempatan bikin ceritanya collabs sama rigger ternama, sekaligus salah satu penulis keren, dari Yogya. I'm pretty much sure aku ga perlu nyebutin siapa nama beliau, but.. oke aku mention deh. Thank you to Pratalinside yang udah berkenan bantu kembangin cerita bareng. Kalian boleh banget mampir ke novel-novel bikinan beliau loh..So enjoyy.. Hope you like this one
Dia bersikap seolah aku adalah miliknya sejak kami SMA, Bahkan setelah bertahun - tahun kami tak bertemu.
Dia selalu menganggap uang dapat membeli kebahagaiaanku.
Dia selalu.. memberiku uang tanpa kuminta, agar aku tetap bersamanya.
Setelah apa yang telah kulakukan dahulu..cinta, tubuh, dan waktuku.. ia melakukan hal terburuk yang pernah kualami sepanjang hidupku.
Hanya karena ia Kaya.
" Kau yang melakukannya bukan!!? Kecelakaan Ibuku, Hutang itu, dan Beasiswaku!! "
"... " Ia hanya menatapku dingin tak bergeming dengan pukulan keras tanganku di dadanya. Menangispun tak membuatnya bersimpati padaku.
" Bagaimana bisa kau melakukannya padaku?!. "
" Pikirkan tawaranku sebelumnya. "
Ia berjalan pergi, melemparkan sebuah kartu nama ke wajahku, bertuliskan sebuah alamat jelas terpampang. A. K Residence.
Tempat yang menyimpan luka tak berujung dalam dadaku .
Kenangan indah itu, omong kosong.
"Jika aku tahu kau seperti ini! Aku takkan pernah mau terlibat denganmu sejak awal!! kau menghancurkan hidupku, harapanku, mimpiku! "
Menangis sendirian, ketika ia pergi melangkah tak membalikan tubuhnya untuk sekali saja, melihatku tak berdaya terduduk di lantai.
~~~~~~~~~~~~~~
Genre Angst .
Enjoy!!