PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN

PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN

  • WpView
    Reads 2,255
  • WpVote
    Votes 264
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Oct 15, 2022
Semua orang menunggu dengan dada berdegup kencang. Kabar yang berembus sejak semalam tentang badai yang mengamuk di tengah lautan, membuat masyarakat pesisir pantai dilanda kecemasan. Begitu juga dengan Sekar, anak perempuan Haji Zainal juragan kapal, dirundung kegelisahan. Ia tak bisa nyenyak tidur semalam, pikirannya terus saja melayang pada Azzam yang terombang-ambing di atas kapal. Saat mentari belum sepenuhnya terjaga, Sekar berlari menuju dermaga. Kakinya melangkah cepat. Gerimis dari sisa hujan semalam tak dihiraukannya. Panggilan Haji Zainal juga tak digubrisnya. Pelabuhan telah ramai orang menunggu dalam diam. Semua mata memandang ke arah lautan dengan tatap penuh pengharapan. "Cuaca sedang tidak bagus, Bang. Angin barat mulai datang." Sekar menjawab sambil merunduk saat Azzam berpamitan di halaman belakang. Azzam yang kala itu harus mengambil jaring di gudang belakang, tanpa sengaja bertemu dengan Sekar. "Doakan saja Abang, ya. Insya Allah tidak ada apapun yang akan terjadi." Suara Azzam bagai obat penenang bagi Sekar, gadis itu mengangguk perlahan. Ikhlas melepas kekasihnya pergi berlayar ke tengah lautan. Sekar sudah merapal doa sepanjang siang, bahkan hingga malam. Apalagi ketika hujan deras mulai turun disertai angin kencang, Sekar tak henti memutar biji tasbihnya, mendoakan sosok lelaki yang ia harap kelak menjadi imam dalam hidupnya. Sekar mengusap matanya yang basah. Matahari telah sepenuhnya menampakkan diri, membelai kulit Sekar yang mulai kemerahan. Banyak kapal yang sudah bersandar, tetapi kapal yang dinaiki Azzam belum keliatan ujung haluannya. Seseorang menepuk bahunya, ia menoleh. Haji Zainal telah berdiri di belakang Sekar menyusulnya. "Ayo, pulang, Nduk. Apa yang kau cemaskan?" Sekar tidak menjawab ajakan bapaknya, matanya tetap awas mengamati satu persatu perahu yang mulai menurunkan jangkarnya. Semua orang tersenyum penuh kelegaan, kecuali dirinya yang masih termangu di ujung dermaga menunggu kepulangan Azzam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tertulis Dalam Doa
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • BUKAN PILIHAN KU
  • jodoh dari allah
  • Angel To Raya (END)
  • 𝓙𝓮𝓳��𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • She Is not Cleopatra
  • Sebening Cinta

Zahra dan Alif, dua hati yang dipertemukan dalam diam, menyimpan perasaan yang tak pernah benar-benar terucap. Bertahun-tahun Zahra menuliskan rindunya dalam doa, sementara Alif menggantungkan harapannya pada keyakinan yang tak tergoyahkan. Namun, jalan mereka tak pernah mudah. Perbedaan status, restu keluarga, dan ujian kehidupan menjadi tembok tinggi yang hampir mustahil mereka lewati. Ketika Alif akhirnya kembali untuk melamar Zahra, takdir kembali menguji keteguhan hati mereka. Apakah cinta yang mereka jaga dalam doa benar-benar ditakdirkan untuk bersatu? Atau justru harus berakhir dalam keikhlasan? Sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh dalam kesabaran, diuji oleh waktu, dan akhirnya menemukan jalannya sendiri. Karena cinta yang tertulis dalam doa, tak pernah benar-benar berakhir-hanya menunggu waktu yang tepat untuk terucap. ✨ #CintaDalamDiam #DoaDanTakdir #RomansaReligi #CintaDanKesabaran #PenantianYangBerakhirIndah ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines