My 'S'

My 'S'

  • WpView
    Reads 2,715
  • WpVote
    Votes 2,145
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
Menjalin hubungan dengan Juggie setelah sekian lama putus dengan Arva membuat Winter terus mendapati hal tidak lumrah untuknya. Juggie mempunyai sesuatu yang kelam dalam dirinya. Hingga suatu kejadian dimana ditemukan sang ibu atau Nyonya Jeon meninggal di apartemen dan menghilangnya Juggie. Membuat Arva dan Winter bersekongkol mencari pemuda SMA yang menghilang dari insiden sang ibunda meninggal di rumahnya. Ada banyak kejadian dimana Winter dan Arva berusaha untuk saling menepis perasaan yang tidak sama ini lagi. Hingga suatu hari mereka menemukan Juggie dan membuat awal yang baru dari lembaran yang sudah tertulis di buku diary. Hari itu Winter harus benar-benar menentukan perasaannya ini apakan benar atau itu hilang dan terbawa oleh pertualangan nya bersama Arva. "Jug, aku ingin tahu apakah perasaan ku masih sama." "Kau ingin mengetahui nya?" "Iya, aku takut. Ini tidak benar." "Maka dari itu, mari kita bunuh diri bersama-sama." "Bunuh diri?" Winter Jung Jeon Juggie as Jeon Jungkook Arva Kim as Kim Taehyung
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • P.S.Y.C.H.O [END]
  • || Save Me ||
  • Blood and Silence
  • Black and white Love #Kookjin (End)
  • Unforgettable (𝐄𝐍𝐃)
  • Complicated (Season_1)
  • Sleep With The Devil (JOYKOOK)
  • My Mysterio
  • CHINESE BOY | Dong Si Cheng

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines