360 Hari Menuju Wis-udah

360 Hari Menuju Wis-udah

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 16, 2022
Air mata itu kembali menetes, ketika ia memikirkan sosok lelaki yang dikagumi seluruh kaum hawa di penjara suci ini. Rasanya baru kemarin ia bersandar di bahunya, namun mengapa Allah memangilnya terlebih dahulu. Apakah karena ia begitu sempurna, hingga tak pantas disandingkan dengan yang maha hina seperti hamba? Sudahlah, sujudku rasanya sia-sia ketika meminta untuk ia dikembalikan kepada manusia yang hatinya hampa karena kepergiannya. Allah, kuatkan aku menghadapi cobamu. Agar aku menjadi salah satu hambamu yang paling kuat dan tabah dalam menghadapi ujian.
All Rights Reserved
#52
sarjana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • this is the story of my life - Afshenna Yara Carlotta
  • Rencana Allah lebih baik daripada rencanamu by: lianah putri dewi
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • ALIF (TERBIT)
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Nasyazhar || My husband in this world and the hereafter (HIATUS)
  • Marhaban Habib [✓]
  • IMAMA AL-HAFIDZH [sebagian bab dihapus]

Kisah ini menceritakan tentang salah satu perempuan yang gegabah membuat perjanjian dengan tuhan dengan cara bernazar, isi perjanjian nya adalah "Dia bernazar bahwa jikalau ada satu laki-laki pertama yang datang kerumah bertujuan melamar, akan ia terima dengan lapang dada tanpa alasan apapun, mau siapapun dia dan kapanpun dia datang." Tetapi saat waktu itu tiba, dimana ia ber umur 22th dan sedang menjalani masa kuliahnya, muncul lah seorang laki-laki pertama yang menginjak rumahnya bertujuan untuk melamar, ia shock berat melihat siapa orang yang akan melamar nya itu. Dari saat itu dia sangat menyesal akan Nazar yang ia perbuat dahulu. Dan mencoba menolak lamaran lelaki itu dengan memberontak hingga hampir depresi. "Gue, gak mau nikah sama lo!" "Saya, mau." "Tt-tapi, gue gak mau! titik." Tetapi pemberontakan perempuan itu tidak menjadi penghalang bagi laki-laki yang awal nya datang melamarnya, ia bertekad tegas bahwa mau bagaimana pun perempuan itu menolak akhirnya ia akan tetap menikahinya. Ketika laki-laki itu pikir bahwa setelah menikah akan hadir kedamaian ternyata ia salah setelah menikah malah lebih banyak masalah yang menghampiri rumah tangganya. Bagaimana kelanjutan kisahnya? dan siapakah lelaki itu? saksikan kisah nya mulai dari Chapter 1.

More details
WpActionLinkContent Guidelines