Tansy

Tansy

  • WpView
    Reads 426
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 18, 2022
WpInfo
Fiction
Mystery
"Namanya Kaluna, putri tunggal Jaksa Airlangga. Jaksa yang ditemukan meninggal bunuh diri setelah diberhentikan secara tidak hormat." Penculik Boneka memang benar-benar badebah. Di saat penjahat seharusnya tidak pernah meninggalkan jejak. Dia malah dengan sengaja membuat seorang anak berusia enam tahun bernama Kaluna menyaksikan aksinya. Sejak awal, penculik yang mengirimkan petunjuk terakhir berupa lukisan bergambar tansy. Tanaman liar yang memiliki makna aku muak. Memang selalu melibatkan anak-anak. Bagaimana bisa? Dia menjadikan anak-anak sebagai sarana balas dendam karena ketidakpercayaannya pada hukum. *** Bab baru tersedia setiap Selasa dan Kamis
All Rights Reserved
#44
boneka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nocturnal Paradox
  • Latte untuk Mocca (END)
  • Kalung Dua Jiwa
  • Benalu [Terbit]
  • In The Depth Of The Forest
  • ALGASYA 2
  • Asphodel ✓

"Yesterday, all my troubles seemed so far away..." Lagu itu terdengar samar di sudut ruang kelas Arsitektur B/02, Ilagaligo University, bercampur dengan suara angin malam yang berhembus masuk melalui jendela. Lampu berkedip-kedip, menciptakan bayangan aneh di dinding. Di tengah ruangan, ada lukisan misterius yang tidak seharusnya ada di sana. Sekilas, lukisan itu tampak seperti Starry Night karya Van Gogh, dengan pusaran langit biru yang kacau. Namun, ada sesuatu yang salah. Jika diperhatikan lebih saksama, di antara bintang-bintang yang berputar, jam-jam mencair seperti dalam lukisan Salvador Dalí, The Persistence of Memory. Seolah-olah waktu sendiri sedang terdistorsi. Di pojok kanvas, ada tulisan kecil berwarna merah: "Keadilan hanyalah alat bagi mereka yang memegang kekuasaan." - Plato, Republika Tidak ada yang tahu siapa yang menaruhnya di sini. Tidak ada yang tahu kapan lukisan ini muncul. Tapi satu hal yang pasti: ini bukan sekadar seni. Ini adalah pesan. Malam itu, seorang mahasiswa menghilang. Tidak ada suara jeritan. Tidak ada jejak. Hanya sebuah pesan baru yang muncul di bawah lukisan, tertulis dengan darah kering: "Waktu kalian hampir habis." Di luar, hujan mulai turun, membasahi kota Makassar yang tertidur dalam gelap. Dan itulah awal dari sebuah misteri yang akan mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines