Arka's Guide to Stay Alive

Arka's Guide to Stay Alive

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 22, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Arka mendapati dirinya terbangun di suatu pagi tanpa teriakan melengking bibinya yang khas. Alih-alih, kamarnya didatangi Orthyx-makhluk berjubah hitam mirip ilustrasi malaikat maut, yang mengaku bisa berbicara sambil bernyanyi seriosa. Ia berkata bahwa : 1) Arka sebenarnya sedang koma, kesadarannya saat ini pindah ke alam lain, dan, 2) Untuk dapat bangun di kehidupan nyata, ia punya tiga misi berbeda yang harus diselesaikan dalam sembilan hari, kalau tidak, 3) Ia terancam bakal mati muda di usia enam belas tahun! Setelah belajar bahwa yang dikatakan Orthyx adalah benar, Arka jungkir balik mencoba menyelesaikan misi selagi beradaptasi dengan kegilaan yang dialaminya di dunia orang koma. Arka mulai tidak yakin, bisakah dia menjaga dirinya tetap hidup dan bangun dari koma?
All Rights Reserved
#151
dimensilain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Queen Mafia & Demon
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • Second Life The Geeky Boy
  • Twinblossom
  • RIAN OR LIAN
  • legend of ANQĀ | ZB1 END |
  • Garis Singgung Dua Dimensi (END SEASON)

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines