Seandainya

Seandainya

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 22, 2022
Tekanan akan membuat seseorang merasa tertekan. Hhaha ga deng. Kisah ini merupakan sebuah cerita pendek yang berarti tidak panjang. Dikisahkan seorang gadis mahasiswa yang sedang meneduh di sebuah halte kampusnya bersama seluruh masalah yang masih menumpuk di kepalanya. Rintikan hujan melarutkannya pada sebuah lamunan yang begitu panjang. Kesadarannya didapat ketika terdengar sebuah suara laki-laki. "Hai, boleh ikut duduk?"
All Rights Reserved
#612
mahasiswi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naya
  • Hujan Pertama di Semester Keempat
  • Tuan Kadal di Luar Jendela ✓
  • My Day With(out) My (Boy)friend
  • Love You Bu Dosen
  • Dear Letnan|TNI✔
  • MAJOR(ILY)
Naya

Cinta sering kali hadir di saat yang tak terduga. Ia datang perlahan, seperti embun pagi yang menyentuh dedaunan, atau seperti angin sepoi-sepoi yang membawa aroma nostalgia. Bagi Naya, cinta adalah sesuatu yang ia baca di halaman-halaman buku, sebuah konsep yang terasa jauh dari realitasnya. Sebagai seorang gadis yang lebih sering tenggelam dalam dunia fiksi, ia tidak pernah berpikir bahwa hatinya akan bergetar hanya karena seseorang tersenyum atau mengucapkan kata-kata sederhana. Namun, kehidupan kampus selalu penuh kejutan. Di antara gedung-gedung tua yang dipenuhi cerita masa lalu, di bawah pohon flamboyan yang bunganya berserakan di tanah, dan di tengah keramaian mahasiswa baru yang membawa harapan serta mimpi, Naya menemukan dirinya berada di awal kisah yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebuah kisah yang dimulai dengan tatapan singkat, percakapan sederhana, dan kehangatan yang perlahan merayap di hatinya. Ini adalah cerita tentang Naya dan Arka, tentang bagaimana pertemuan mereka di kampus kecil itu mengubah segalanya. Sebuah cerita yang mungkin bisa mengingatkan kita, bahwa cinta pertama selalu memiliki tempat khusus dalam hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines