Zee and Vano

Zee and Vano

  • WpView
    OKUNANLAR 16
  • WpVote
    Oylar 0
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Tem 28, 2024
WpInfo
Kurgu
Romantik
" Aku ingin menikahinya , " ucap lelaki yang sedang menghisap rokok di atas balkon sambil memandang seseorang yang sedang bermain di halaman belakang rumah . " Jangan gila Vano , dia sepupu kita , saudara kita !! " " Bantu aku untuk merahasiakan , aku ingin mencapai tujuan dulu jika keluarga menentang akan ku bawa dia pergi jauh dari sini . " "Apa dia juga memiliki perasaan yang sama dengan apa yang Lo rasakan saat ini ? " " Entahlah tapi jika dia tidak mempunyai perasaan terhadap Ku , akan aku buat dia mencintai dengan cara ku sendiri . " " Akan Ku hancurkan kepala mu jika kau menyakitinya , " ucap laki - laki lain berada di sebelah Vano itu.
Tüm hakları saklıdır
#251
cintamonyet
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Informed Consent
  • Aku Mencintaimu
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Still You (END)
  • Turun Ranjang
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • ✅Love You Mommy (Jichan/jaemhyuck)🐹🐻,🐰🐻
  • ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi