Story cover for EDELSTEINE by mata_hijau
EDELSTEINE
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 23, 2022
Apakah berpetualang di dunia bawah menyenangkan?

Aku tak menyangka maksud dari perkataan Syewen. Ternyata, dia mengajakku pergi ke dunia bawah. Dunia yang tidak pernah ku kunjungi sebelumnya. Dunia penuh misteri dan teka-teki. Yang awalnya berupa ladang hijau menjadi ladang salju saat aku menjelajahinya. Dipenuhi ribuan monster tak berakal.

Syewen mengajakku hanya untuk menjadi teman petualangan. Itu simpel tetapi petualangan bukanlah hal yang mudah. Mempertaruhkan nyawa dan mengabiskan tenaga sebelum sampai ke garis finish. Bertarung dengan monster berbentuk aneh dari yang kecil hingga besar. 

"Aku tak yakin bisa bertarung dengan dia dan mengambil benda itu."

Dia, dalang dari semua ini. Dan 'benda itu' sesuatu yang harus ku rebut darinya. 

-matahijau
All Rights Reserved
Sign up to add EDELSTEINE to your library and receive updates
or
#134diamond
Content Guidelines
You may also like
MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI by danidamanik911
14 parts Ongoing
Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?
Tumbal Mata by Foerza17
23 parts Complete Mature
Aku selamat dari kecelakaan itu-atau setidaknya, begitulah yang kupikirkan. Bertahan hidup ternyata bukan akhir dari penderitaan, melainkan pintu menuju sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Tersesat di hutan lebat yang seolah tak memiliki ujung, aku segera menyadari bahwa ancaman terbesar bukanlah binatang buas. Di tengah kegelapan, berdirilah sebuah desa terpencil bernama Soca, dihuni oleh penduduk dengan tatapan kosong dan perilaku yang membuat darahku membeku. Mereka menderita penyakit aneh: penglihatan mereka telah hilang, bukan secara fisik, tetapi seolah direnggut oleh sesuatu yang lebih dalam. Penduduk Soca hidup dalam pencarian obsesif terhadap apa yang mereka sebut sebagai "Cahaya." Sebuah keyakinan bahwa hanya dengan menemukan Cahaya itu, mereka dapat kembali "melihat"-mengakhiri kegelapan yang menyelimuti tubuh dan pikiran mereka. Pencarian itu tak mengenal batas moral, tak mengenal rasa kasihan. Ketika mereka akhirnya bertemu dengan kami-para penumpang yang selamat dari kecelakaan-segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Dua keinginan bertabrakan: penduduk desa yang terjerat penderitaan ingin merebut kembali Cahaya mereka, sementara kami hanya ingin pulang. Kembali ke keluarga. Bukan menjadi bagian dari ritual gelap desa Soca. Di antara hutan, trauma, dan tatapan mereka yang tak bisa melihat namun selalu tahu ke mana harus memandang, satu pertanyaan terus menghantuiku: Siapa sebenarnya yang tersesat-kami, atau mereka?
You may also like
Slide 1 of 9
𝐃𝐄𝐀𝐓𝐇 𝐋𝐔𝐑𝐊𝐒 cover
Identitas Yang tersembunyi...  cover
Jejak Cahaya Di Kota Tanpa Langit  cover
The Archive Of Forgotten Realms cover
Treachery cover
MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI cover
Tumbal Mata cover
SCAVENGER  cover
 5 Hari Tanpa Matahari cover

𝐃𝐄𝐀𝐓𝐇 𝐋𝐔𝐑𝐊𝐒

17 parts Ongoing

Terkadang, manusia berpikir bahwa kiamat itu tidak akan terjadi. Katanya bumi tidak lagi dihuni oleh manusia, kejadian-kejadian tak terduga bermunculan, serta melihat mayat-mayat bergelimpangan. Ah, pikir mereka, apa benar bahwa kiamat akan terjadi seperti itu? Lalu, disebut apa saat bumi mulai dihuni oleh makhluk lain? Disebut apa saat banyak kejadian tak terduga bermunculan yang merusak cara berpikir manusia normal? Lantas disebut apa saat melihat mayat yang tidak mati? Kiamat kah itu? Atau ... bencana alam? Apapun sebutannya, tapi disinilah mereka berada. Lima bersaudara yang berusaha menyelamatkan diri dari "kiamat" yang menimpa seluruh umat manusia, memporak-porandakan pemikiran mereka demi mencapai tujuan yang hanya satu, yaitu Bertahan Hidup. Mampukah mereka melewati semua kejadian yang sulit diterima oleh logika? Apakah mereka mampu untuk mencapai tujuan bertahan yang sesungguhnya? Bagaimanapun, perjalanan yang dilalui adalah "kiamat" bagi mereka yang tak sanggup menghadapi. _______________ Start : 26 Februari 2024 Finish : - [ Segala sesuatu yang ada di dalam novel ini merupakan murni dari pemikiran penulis, kecuali gambar yang bersumber dari platform lain ]