Clarisa
  • WpView
    LETTURE 9
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mar 13, 2022
"kak! Kenapa sih lu benci banget sama gw? Gw adik lo kak." Bentak gadis itu. "Heh, asal lu tau ye, gw gak pernah mau punya adik kayak lo, gw gak pernah mau punya adik yg ngebunuh adik nya sendiri, tau lo!." Teriak lelaki itu lebih keras. "Udah gw bilang sama lu, kalo gw gak pernah nge dorong dia, kenapa sih lo ga pernah percaya sama gw kak."kata gadis itu dengan suara sedikit pelan. " Emang gw gak pernah percaya sama lo, lo tu cuma beban tau gak di kelurga ini, kenapa loq gak mati aja sih jijik gw punya adik kek lo. Ko" Bentak lelaki itu. ••• "Pa, stop mukul aku bisa ga sih? Sakit tau gak." Kata gadis itu Dengan badan yg penuh memar memar. "Sakit? Kamu bilang sakit?, Kmu pernah mikirin gimana perasaan mama kmu saat kmu ngedorong adek mu Hingga mati? Pernah?." Teriak laki laki tua di depannya. "Berapa kali sih aku harus bilang kalo aku ga pernah ngedorong dia paa." Kata gadis itu dengan suara yg pelan. ••• "Rey, dia sipa?" Tanya gadis itu. "Dia selingkuhan aku, kenapa? Ga suka?, Gw bosen liat badan lo yg gak ada menarik menarik nya, di tambah tangan lo tu bekas ngebunuh orang." Jawab laki laki itu dengan santay.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Menyerah atau Bertahan?
  • SELA ta KEY [END]
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Sejenak Luka
  •  Dark Secret (Re-upload)
  • Sebuah Kata yang Tertulis [TERBIT]
  • KHAFI [END]
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti