Goes to Milan

Goes to Milan

  • WpView
    LECTURAS 199
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 21, 2024
Terimakasih telah mengubah hitam menjadi putih. Terimakasih juga telah konsisten menghadirkan debar yang menyenangkan. Dan... Terimakasih untuk kegigihannya meruntuhkan dinding es ini. Dari Milan untuk Azelyn. *** Bertemu Azel, gadis dengan perilaku aneh dan kata-kata over pedenya sama sekali tidak ada dalam bayangan Milan. Namun, selayaknya drama remaja umumnya, Milan justru harus sering berurusan dengan gadis itu karena kejadian-kejadian yang tak terduga. Bagaimana jadinya jika Azel, si gadis dengan tingkah dan ucapan yang sama-sama tak terduga jatuh cinta pada sosok Milan yang galak, dingin, dan tak berperikemanusiaan?
Todos los derechos reservados
#120
youth
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Not Me & Not Mine
  • JARAK DI ANTARA SERAGAM
  • Azalea_
  • Lingga [SELESAI]
  • Why Friend?
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • Me And Arza [REVISI]
  • CEZALINE

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido