ADVERSITY  ( On Going )

ADVERSITY ( On Going )

  • WpView
    Membaca 114
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 28, 2022
Kehidupan memang tak luput dari yang namanya masalah. Masalah akan mengajarkan kita tentang arti kedewasaan. Kehidupan seorang rena juga tak luput dari yang namanya masalah. Pernikahan yang harus berantakan, hingga berakhir dibangku perceraian. Dikerenakan hadirnya orang ketiga. " aku mau kita cerai mass " ucap rena sambil menahan air yang sedari tadi mau meloloskan dirinya. ********* Ia sangat lelah dengan semua ini, ia sangat ingin menyerah tapi ia yakin kalau Tuhan masih sangat menginginkanya untuk tetap bertahan. " semua yang hidup didunia ini pasti akan pergi, sama halnya denganku sekuat apapun aku, pasti ada saatnya dimana aku menyerah dan memilih untuk kembali ke hadapan sang pencipta " Rena. **** " Kematian itu sangat menarik bagiku " Rena ********************************************* Malam yang indah walaupun tanpa hadirnya sang bintang yang menghiasi langit malam ini. Tak membuat semua semangatku menghilang. Terbiasa oleh duka dan gelapnya kehidupan membuatku hampir kebal dengan rasa sakit ini. ********************************************* Hujan terus saja turun membasahi bumi, seakan tahu ada banyak orang yang lagi bersedih dengan beratnya kehidupan ini. Bersimpuh diatas tanah dengan hujan yang membahasahi kepala dan seluruh tubuh, membuat semua masalah seakan akan perlahan menghilang. Maslah tersebut seolah termuai oleh titik titik air yang turun. ##############$$$$$$$########### Lagi dan lagi aku kecewa dengan semua ini, tak bisa dipungkiri bahwa jika kita terlalu berharap kepada orang lain, maka balasan yang akan kita dapati adalah kecewa. Menaruh harapan pada orang lain sama saja menaruh bom waktu yang bisa kapan saja meledak untuk menghancurkan kita. I hope you are happy with my first writing and don't expect much from this story, because I made it because of my confusion. Sampai jumpa dan keep well
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#307
diksi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Membumi(Tamat)
  • Dear Future (new version)
  • Remember Me
  • syanin
  • May I Love You?
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Hening Dalam Luka
  • My Duchess / End

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan