BURNOUT
  • WpView
    LECTURES 220
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., févr. 26, 2022
Jayden kalah, semesta selalu memerangi hidupnya dengan berbagai luka dan kecewa. Ia pikir semesta berpihak padanya, nyatanya semesta hanya ingin mempermainkannya. Bagaimana bisa? Ia yang sudah terluka, lagi lagi harus mengecap rasa kecewa yang tiada hentinya. Mamah, mungkin orang akan menganggap ia adalah sosok dewasa yang akan selalu memeluknya dikala lara. Papa, yang ia kira akan merangkulnya dikala ia goyah. Nyatanya, mereka alasan Jayden hancur dan terluka. Jayden Kecil yang tak tahu apapun hanya bisa mengangguk ketika mama menuntutnya lebih dewasa dibandingkan sang kakak. Sedangkan papa, ia hanya akan berucap manis kala ada maunya saja. Belum lagi hadirnya anggota baru, membuat nya siap untuk dijadikan yang terakhir. Namun setidaknya, Jayden bersyukur, kakak dan adiknya tidak semena mena. Mereka menghargainya sebagai saudara. Mereka menyayanginya dengan tulus tanpa membedakan. Jayden pikir itu, sudah cukup.
Tous Droits Réservés
#20
jayden
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Angkasa dan Cerita
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Unwanted Sibling | JAYWON
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]
  • Daddy's Day Out
  • acalapati
  • Semesta Sementara
  • Eirene [END]

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu