Afiyah & Zidan

Afiyah & Zidan

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
Kisah putri sang kyai yang telah lama jauh dari keluarga. Bertahun-tahun hidup di negeri orang. Ingin menjalani kebebasan tanpa sebutan ning. "Wakafa billahi syahida. Ana Uhibbuka Fillah, Ustadz" _Afiyah Liza Az-Zahra_ "Biarlah doa dan takdir bertarung di langit dan menunggu keputusan terbaik menurutNya" _Zidan Ali Rafansyah_ "Aku memang mencintainya. Tetapi ternyata dia sudah melangitkan nama seseorang dalam perbincangannya dengan Allah" _Malik Al-Farabi_
All Rights Reserved
#61
ustadz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Takdir di Sepertiga Malam
  • Guide to Jannah [END/REVISI]
  • Attharis
  • Takdir Sang Cahaya
  • Berjodoh Dengan Ustadz Tampan
  • zaya dan abrisyam [TERBIT]
  • Rahasia Takdir
  • Presma Pesantren
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]

Aisyah Khairunnisa tidak pernah menyangka bahwa hatinya akan terpaut pada seseorang yang bahkan tidak pernah ia kenal sebelumnya. Ia hanyalah wanita biasa, dengan pemahaman agama yang masih minim. Namun, semua berubah sejak ia mengenal seorang ustadz muda di kampungnya, seseorang yang tanpa sadar menuntunnya menuju jalan yang lebih baik. Fathir Al-Farizi, seorang ustadz muda yang berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Kiai Abdul Ghafur, mengelola sebuah pondok pesantren kecil bernama Pesantren Darul Falah, tempat para santri dari berbagai daerah menimba ilmu agama. Meski berasal dari kampung yang sama, Aisyah dan Fathir tidak pernah benar-benar mengenal satu sama lain, hingga satu momen mengubah segalanya. Dalam diam, Aisyah mulai mengagumi Fathir. Bukan karena ketampanan atau statusnya sebagai seorang ustadz, melainkan karena keikhlasan dan keteguhannya dalam mengajarkan ilmu agama. Semakin ia mengenal Fathir, semakin ia merasa kecil dalam hal ilmu dan pemahaman agama. Namun, kekaguman itu tidak cukup untuk membuatnya merasa pantas. Ia hanya bisa menatap dari kejauhan, tanpa tahu apakah hatinya akan sanggup menanggung harapan yang mungkin tak akan pernah terbalas. Di antara doa-doa yang ia panjatkan di sepertiga malam, Aisyah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Ia ingin berubah, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk bisa menjadi seseorang yang lebih baik di mata-Nya. Namun, apakah perubahan itu cukup untuk mendekatkannya dengan Fathir? Ataukah cinta ini hanya akan menjadi ujian bagi keikhlasannya dalam berhijrah?

More details
WpActionLinkContent Guidelines