Trekking
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 1, 2022
Ini merupakan sebuah jurnal, catatan pribadi dari seorang pemimpi yang sedang melakukan pendakian menuju puncak gunung kedewasaan. Untuk kalian para pemimpi atau yang sedang mengejar mimpi, mungkin catatan ini cocok untuk dikonsumsi. Gelap adalah alasan untuk memberi tahu semesta bahwa bintang itu bercahaya. Tak selamanya gelap itu buruk, tak selamanya terang itu baik. Karena ada gelap yang menjadi alasan untuk memberi tahu pentingnya cahaya, ada juga cahaya yang membuat mata silau bahkan bisa membuatnya menjadi buta" Pernahkah kau terjatuh pada titik terendahmu, titik di mana kau tidak bisa mengenali warna apa pun selain hitam? Lalu kau mencoba merangkak maju dengan kaki yang patah sembari tertatih-tatih; saat itu nafasmu terasa sesak, detak jantung melemah dan tubuh penuh luka lebam. Tidak ada yang melihatmu di sana, sementara kau bisa mendengar mereka tertawa dengan nada riang, ingin rasa meminta tolong, tapi suaramu terlalu parau dan lemah, pernah? Baca kisah selanjutnya dalam bab-bab cerita dalam novel "TREKKING" Selamat membaca....
All Rights Reserved
#439
filsafat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANJI DI ATAS AWAN (ON GOING)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]

Di antara langit yang membentang luas dan puncak yang menjulang tinggi, dua pasangan sejati melangkah dalam perjalanan yang lebih dari sekadar pendakian. Mereka mencari arti-tentang kebersamaan, tentang impian yang terjalin di setiap langkah, dan tentang janji yang pernah terucap, kini menunggu untuk ditepati. Angin gunung berbisik membawa kenangan, kabut menyelimuti jejak yang mereka tinggalkan, sementara matahari terbit di cakrawala menjadi saksi perjalanan hati yang tak hanya mendaki ketinggian, tetapi juga menapaki makna yang lebih dalam. Di atas awan, mereka menemukan bahwa cinta bukan hanya tentang sampai di puncak bersama, tetapi juga tentang bertahan dalam setiap badai dan berbagi hangatnya mentari di pagi yang dingin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines