We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Trekking
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 1, 2022
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Ini merupakan sebuah jurnal, catatan pribadi dari seorang pemimpi yang sedang melakukan pendakian menuju puncak gunung kedewasaan. Untuk kalian para pemimpi atau yang sedang mengejar mimpi, mungkin catatan ini cocok untuk dikonsumsi. Gelap adalah alasan untuk memberi tahu semesta bahwa bintang itu bercahaya. Tak selamanya gelap itu buruk, tak selamanya terang itu baik. Karena ada gelap yang menjadi alasan untuk memberi tahu pentingnya cahaya, ada juga cahaya yang membuat mata silau bahkan bisa membuatnya menjadi buta" Pernahkah kau terjatuh pada titik terendahmu, titik di mana kau tidak bisa mengenali warna apa pun selain hitam? Lalu kau mencoba merangkak maju dengan kaki yang patah sembari tertatih-tatih; saat itu nafasmu terasa sesak, detak jantung melemah dan tubuh penuh luka lebam. Tidak ada yang melihatmu di sana, sementara kau bisa mendengar mereka tertawa dengan nada riang, ingin rasa meminta tolong, tapi suaramu terlalu parau dan lemah, pernah? Baca kisah selanjutnya dalam bab-bab cerita dalam novel "TREKKING" Selamat membaca....
All Rights Reserved
#11
pendaki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Makna Temu
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Elegi Di Atap Sumatera Series
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  •  Empathy (On-Going)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines