THE DAILY JOURNAL

THE DAILY JOURNAL

  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mar 3, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Hai, cerita ini berisi jurnal harianku. Mirip seperti diari tapi dengan versiku. Aku belum menemukan tempat untuk bercerita dengan nyaman, even dengan teman-teman terdekatku. Aku belum sekuat dan sesiap itu untuk melihat tatapan mata mereka dan mendengar kalimat penghiburan yang sejenis. Aku bukannya sombong, tapi aku merasa bahwa aku hanya ingin dikenal sebagai aku yang selalu ceria tanpa cerita-cerita sedih didalamnya. Aku berterima kasih dengan kalian yang mau membaca jurnal harianku. Semoga setiap ceritaku, bisa menjadi kekuatan dan semangat baru untuk kalian dan juga aku. Salam sayang,
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#53
cita
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DIA SUNSETKU
  • If we can together
  • Felicia> Januari With You
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Memories in Moon
  • jangan percaya seseorang

"Aku mencintaimu tak perlu batas waktu seperti hidupku ini. Mencintaimu benar- benar membuatku tak ingat bahwa aku hampir menyerah oleh keadaan ini. Cintaku kepadamu menguatkanku untuk menjalani sisa-sisa dari diriku yang sekarang ini. Jangan pergi dan jangan pernah hilang dari hidupku yang tinggal sebentar ini. Jangan pernah ragu dan aku mohon tetaplah mencintai dan tinggal lebih lama seperti langit mencintai isinya. Aku mencintaimu sunsetku..." Aku Boy. Lelaki lemah yang hanya bisa mengharap cinta dari orang-orang terdekatku. Semenjak Ibuku meninggal, semua berubah tidak peduli kepadaku. Abangku yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Ayah yang bisa aku bilang super sibuk juga dengan perkerjaannya, kasar dan suka marah tanpa aku tahu sebabnya dan juga selalu memaksakan kehendaknya tanpa mendengarkan pendapat. Biar begitu, aku tetap menyayangi mereka. Sejak setahun yang lalu aku di vonis oleh dokter, aku sakit, umurku terbatas. Aku ingin di sisa-sisa umurku, aku bisa merasakan perhatian dan cinta dari orang-orang yang membuatku bahagia. Aku bertemu wanita. Lalu wanita itu datang di hidupku. Dia yang membuatku bahagia. Akankah aku bisa mendapat kebahagiaan? Akankah kebahagiaan itulah yang bisa membuatku bertahan? Akankah perhatian yang kudapat dahulu akan kembali?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan