Story cover for Chiska by dindasahlasaida
Chiska
  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Feb 24, 2022
Chiska adalah nama panggilan ku,nama kepanjangan ku adalah chika gerilya, terdengar aneh, tetapi itulah nama pemberian dari orang tua ku.

"Jadilah gadis yang penurut!Karna aku tak ingin melepaskan mu!".

Chika berusaha untuk mengenali suara itu dia tidak bisa melihat wujud lelaki itu.
Siapa yang tidak takut, sekarang chika menggunakan penutup mata, tangan terikat  dan duduk di sebuah kursi.

"Ap-apa tu-tujuan kau menyekap ku?" Tanya ku lemas, ntah kenapa tubuh ku terasa tidak berdaya, berusaha mengucapkan kata demi kata.

"Suatu saat kau akan mengetahui nya, kau dan aku akan bahagia selamanya!".

Lelaki itu tersenyum tipis, dan chiska berusaha menahan tangisnya, di saat sekarang ini tidak ada gunanya menangis.
All Rights Reserved
Sign up to add Chiska to your library and receive updates
or
#28projectremaja
Content Guidelines
You may also like
Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End) by kelanawengi017
10 parts Complete Mature
Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.
𝐒𝐜𝐢𝐧𝐭𝐢𝐥𝐥𝐚 by Na2times
18 parts Complete
Kita Shinsuke masuk ke ruang dimana aku berganti pakaian setelah pertunjukan drama sekolah. Aku yang kelabakan karena laki-laki yang kusukai melihat tubuhku setengah terbuka langsung berteriak dan melemparinya pakai benda apapun yang bisa kuraih. "Jadi kamu perempuan?" Tanya nya dengan polos sambil memejamkan mata. Dia pikir aku bukan perempuan hanya karena aku berperan sebagai laki-laki dalam pentas drama tadi? "Tentu saja!" "Maaf, aku pikir kamu laki-laki, aku kesini sebenarnya juga untuk mencarimu---kalau begitu aku akan keluar!" Kak Kita ingin segera pergi tapi dia malah berhenti sambil menahan knop pintu, "Cepatlah ganti pakaianmu." "Ya Kak Kita keluar dulu dong!" "Aku akan menjaga pintu. Bagaimana jika ada laki-laki lain masuk?" "Ya jagain pintu kan bisa dari luar!" ________ 𝙎𝙆𝙄𝙉𝙏𝙄𝙇𝘼 (𝙎𝘾𝙄𝙉𝙏𝙄𝙇𝙇𝘼) (𝘕.) 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘫𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶. 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘬𝘢𝘴 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘶𝘪
Di Pertemukan  by calistazyay
14 parts Ongoing
Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan
You may also like
Slide 1 of 8
Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End) cover
SUPER TEACHER (CHIKARA)  cover
True Story: Penulis Favoritku Adalah Kekasihku (ch2) end cover
langkah menuju rumah cover
gala bunga matahari🌻 (END) cover
𝐒𝐜𝐢𝐧𝐭𝐢𝐥𝐥𝐚 cover
Chiko... Let's Play! cover
Di Pertemukan  cover

Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)

10 parts Complete Mature

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.