Story cover for Soft boy, Hard Feeling by istrinyajeffmoses
Soft boy, Hard Feeling
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 24, 2022
Angkasa Perwira Aditama adalah tipe laki-laki yang semua orang sebut aman.
Lembut, perhatian, selalu ada tapi tidak pernah benar-benar tinggal.
Nadira Kayla Cendani jatuh cinta pada cara Angkasa mendengarkan, pada caranya mengingat hal-hal kecil, dan pada kehadiran yang terasa nyaman tanpa janji. Bersamanya, Nadira merasa dilihat. Namun semakin ia berharap, semakin Angkasa menjaga jarak.
Bukan karena Angkasa tidak peduli.
Melainkan karena ia terlalu takut kehilangan.
Trauma masa lalu membuat Angkasa memilih pergi lebih dulu sebelum ditinggalkan. Sementara Nadira lelah menjadi seseorang yang terus menunggu kejelasan dari orang yang tak pernah berani memperjuangkan.
Di antara chat tengah malam, hujan yang turun tanpa peringatan, dan perasaan yang tak sempat diucapkan, mereka belajar satu hal yang menyakitkan:
Tidak semua orang yang baik siap mencintai.
Dan tidak semua cinta harus bertahan untuk membuktikan bahwa itu nyata.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Soft boy, Hard Feeling to your library and receive updates
or
#255nadira
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
IN ANOTHER LIFE WITH YOU  cover
REZELLA cover
BUNGSU GANESWARA cover
Whispers In The Dark cover
𝕋𝕨𝕠 𝔻𝕖𝕒π•₯𝕙 [TERBIT] βœ“ cover
Zafaz!! Selesai!! cover
REGAN's Crazy Wife cover
Abang yang Melindungiku  cover
BACKSTREET  cover

IN ANOTHER LIFE WITH YOU

15 parts Ongoing

Bantu promosi in di apk lain yauuπŸŽ‰ Damian Valesco Smith, sang tokoh utama yang seharusnya terobsesi pada Syakila, mulai menunjukkan perhatian yang tidak wajar pada Elio. Tatapan dingin Damian berubah menjadi sesuatu yang intens, senyuman manis menjadi bayangan obsesi yang menyeramkan. "You're always mine," bisik Damian dengan penuh keyakinan. "Kata siapa?" jawab Elio dengan wajah bingung. "Kata aku barusan," balas Damian tanpa ragu. Elio mengernyit bingung. Masa iya, seorang bocah berusia delapan tahun bisa mengungkapkan kata-kata seperti itu? Dan untuk siapa, kalau bukan untuk dirinya? Bahkan cerita novel belum di mulai. Elio harus apa?