RENGGANIS (21+)

RENGGANIS (21+)

  • WpView
    Reads 2,560
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2024
"Ahhh" Lenguhku saat aku rasakan saga menggigit leherku. Saga bangkit dari posisi nya dan dia menatapku, tepatnya bagian leherku. "Karya yang bagus" Ujarnya. Aku hanya menatap nya bingung, tidak mengerti apa maksud dari perkataan nya. Saat mendapati saga lengah, aku langsung mendorong dada bidang nya dan berlari secepat mungkin menaiki tangga untuk memasuki kamar. Aku pun langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat sedang berdiri di wastafel, aku melihat pantulan diriku di cermin. Disana terpampang jelas 'Kissmark' ulah dari seorang sagara. Jadi ini yang dimaksud dia dengan sebuah karya? "Sial. Gimana cara nutupin nya coba?" gumamku saat melihatpantulan diriku di cermin.
All Rights Reserved
#39
teenfiction2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Loving You
  • Sticky Note [TERBIT]✅
  • Rembulan Sendu
  • erreur
  • Cinta Dan Senja
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Tingkat Tiga
  • MY BABY GIRL

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines