RENGGANIS (21+)

RENGGANIS (21+)

  • WpView
    Bacaan 2,560
  • WpVote
    Undian 20
  • WpPart
    Bahagian 5
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sab, Nov 9, 2024
"Ahhh" Lenguhku saat aku rasakan saga menggigit leherku. Saga bangkit dari posisi nya dan dia menatapku, tepatnya bagian leherku. "Karya yang bagus" Ujarnya. Aku hanya menatap nya bingung, tidak mengerti apa maksud dari perkataan nya. Saat mendapati saga lengah, aku langsung mendorong dada bidang nya dan berlari secepat mungkin menaiki tangga untuk memasuki kamar. Aku pun langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat sedang berdiri di wastafel, aku melihat pantulan diriku di cermin. Disana terpampang jelas 'Kissmark' ulah dari seorang sagara. Jadi ini yang dimaksud dia dengan sebuah karya? "Sial. Gimana cara nutupin nya coba?" gumamku saat melihatpantulan diriku di cermin.
Hak Cipta Terpelihara
#39
teenfiction2018
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • BarraKilla
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Naughty Nanny
  • MY BABY GIRL
  • Love Vibes
  • erreur
  • Loving You

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi