Kamuflase

Kamuflase

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 11, 2022
Harusnya karin bisa sadar atas jawaban-jawaban yang selalu Karin dapatkan,bukan malah diam dengan begitu saja. Dan bodohnya Karin tetap bersih keras pada keadaannya yang jelas tidak sebaik itu. Diamnya orang bodoh itu adalah Karin,tetap memilih diam padahal harapannya sudah ada di depan mata Karin tetap membisu pada tempatnya ketika kembali melihat adit,yang berdiri di hadapannya Dalih mengetahui semuanya sejak lama,karin malah diam dan tetap tersenyum begitu saja kepada adit "Aku kangen kamu-" Karin terdiam mendengar suara adit setelah sekian lama,tidak mendengar suara itu kembali "Aku juga" Adit tersenyum bahagia saat ini,menatap karin yang di depannya terlihat mengemaskan sama seperti dulu Adit melangkahkan kakinya mencoba lebih dekat dengan karin,menatap mata karin yang teduh "Tapi yang lalu-" Karin menatap adit,dan melangkahkan kakinya untuk memutar tubuhnya,meninggalkan laki-laki itu yang selangkah lagi tepat di hadapannya -
All Rights Reserved
#36
kamuflase
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together with The Sundown
  • Cinta & Air Mata✔️ (SELESAI)
  • KEPINGAN PUZZLE (SELESAI)
  • Ice Princess
  • Miss You Love
  • Sekali Lagi (End)
  • ALEYA~~
  • LOST : in Paris [END]
  • HEARTBREAKING (On Going)

"What if the past, is your only reason to survive?" Lima tahun berusaha menghapus masa lalu, Fran yakin cerita cintanya dengan Karin sudah berakhir. Perempuan itu sekarang hanyalah kenangan baginya, yang tersimpan rapi dalam sebuah fragmen memori. Yang menjadi bagian dari proses pendewasaannya. Bagi Fran, Karin adalah sebuah pelajaran yang membuatnya mengerti arti merelakan. Selama lima tahun itu juga, Fran meyakinkan diri bahwa akan ada bentuk cinta lain dalam hidupnya. Fran menata hati, tidak lagi menoleh ke belakang, dan melanjutkan hidup yang sempat terbengkalai. Tetapi dia tak pernah menyangka bahwa suatu saat takdir mempertemukannya kembali dengan Karin, cinta lamanya. Dia tak pernah percaya bahwa benang merah diantara mereka masih terjalin. Dan ceritanya bersama Karin, masih jauh dari akhir. Ketika Karin, penulis muda yang sukses, bertemu kembali dengan seseorang dari masa lalunya, dia tidak mengerti mengapa setelah sekian lama takdir baru mempersatukan mereka lagi. Karin masih mengingatnya, masih menganggapnya lelaki pertama yang membuat gadis itu jatuh cinta. Ketika mereka kembali bersua, Fran menawarkan rasa nyaman dan aman yang membuat Karin rindu. Keduanya seperti terperangkap dalam kenangan masa lalu, kembali menjadi dua anak sekolah dalam seragam abu-abu. Dalam kurun waktu singkat, mereka merasakan sesuatu yang tak asing. Apakah itu cinta yang kembali datang? Atau hanya perasaan rindu yang belum terobati? Dan ketika akhirnya mereka berhadapan satu sama lain, dengan masa lalu yang menjadi jembatan, apa mereka masih dikuasai perasaan itu? Cinta masa SMA yang menerobos masuk? Baik Karin maupun Fran, tak mengerti kemana jalur hidup membawanya. Tapi meski begitu, mereka tahu ada satu hal yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Waktu, Hanya waktu. EDITING PROCESS - © 2014 Salshabrina All Right Reserved

More details
WpActionLinkContent Guidelines