PELUKAN TUHAN

PELUKAN TUHAN

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 10, 2022
"Aku capek ... Tuhan," lirih Neisha dengan tangis yang masih setia jatuh dari obsidian miliknya. Pakaiannya terlihat begitu lusuh. Wajah itu nampak terlalu lelah, bahkan sekedar untuk menampakkan sedikit lengkung senyum dikedua sudut bibirnya. Neisha, gadis yang bahkan baru saja berusia dua puluh satu tahun di musim natal yang lalu, sudah harus berjalan tertatih dengan kedua kaki mungilnya. Dia ... gadis yang selalu percaya pada Tuhannya itu, sudah mencapai pada batasnya. Keputusasaan membuatnya berjalan tertatih tanpa arah yang selalu ia agendakan, sebelumnya. Benar. Sebelumnya. Sebelum semua rasa sakit itu singgah dikehidupannya.
All Rights Reserved
#689
sick
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANNA [completed]
  • She, ADARA QIANA
  • REVERSED: Love, Time, and Death ✔️
  • Argasha [ON GOING]
  • BROKEN HEART [END]
  • ReyHana (COMPLETED)
  • Narasi patah hati
  • Meneroka Jiwa 2
  • Agliophobia (Tamat)

Budayakan follow sebelum membaca :) -ANNA- Jika saja hari itu Ana nekat. Jika saja hari itu semuanya setuju. Jika saja hari ini terjadi pada hari yang lalu. Mungkin tidak akan seburuk ini. Mungkin tidak akan ada keramaian tanpa undangan. Mungkin. Semuanya hanya kata jika yang tidak akan pernah menjadi mungkin. Dan 'mungkin' yang berakhir bukanlah 'mungkin' yang selama ini Ana harapkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines