sour
  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 18, 2026
Di hari yang sama kepulangannya setelah 2 tahun menetap dinegera tetangga, Luhan mendapati keluarganya tak seindah yang ia ketahui. Sebagai putra tunggal dari kedua orang berpengaruh dikota kelahiran, yang Ia tahu hanya orang tuanya itu amat saling mencintai. Waktu berlalu maju begitu cepat bersamaan dengannya berulang. Mendapati kenyataan bahwa dirinya terjebak di antara realita dan ilusi waktu, Luhan memanfaatkan keadaan untuk mengubah takdir yang menurutnya benar. Akankah usaha liciknya dapat melenyapkan awal dari cinta terlarang? Atau Luhan membuat dirinya menjadi peran utama cinta berdosa baru? "As far as i can remember, these bluest sky paint you blue"
All Rights Reserved
#21
imyoona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Our World
  • Singing In The Dark
  • POLARIS [LENGKAP]
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • SILENCED AT 302 [END]
  • A Promise (Edisi Terjemahan)
  • Tolong, Pulang
  • Credence/kepercayaan (Baekmin)

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines