We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Lost Star

The Lost Star

  • WpView
    Reads 18,134
  • WpVote
    Votes 1,328
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Major trigger warning: Mentioning of suicide, trauma, depression "Kalila?" sebuah sapaan ragu-ragu terdengar dari belakangnya. Kalila menoleh dan untuk beberapa detik, ia merasa jantungnya seolah berhenti. Mengapa pria ini bisa ada di sini? Pria itu berjalan mendekat, mata yang setajam elang menatap Kalila tepat di maniknya. Seketika itu juga ia merasa seperti tengah ditelanjangi. Mata itu, satu-satunya mata yang menjadi saksi titik terendah hidupnya. Titik kelam yang ingin ia kubur selamanya. Tanpa bisa dicegah, kejadian 6 bulan lalu berkelibat di benak Kalila bak kereta ekspress. ~~~~ Kalila memiliki kepribadian yang tenang dan optimistik. Sampai ketika hari pernikahannya berubah menjadi sumber trauma dan menjatuhkan Kalila ke dalam lubang depresi. Suatu hari dimana Kalila kehilangan kontrol dan berniat meninggalkan segalanya, ia bertemu Reagan, orang asing yang menyelamatkannya. Pria yang tanpa Kalila tahu akan mengubah kehidupannya. ~~~~ "Kamu harus percaya ketika aku bilang aku nggak bisa melihat masa depan tanpa kamu, Kalila. Because that's the most honest truth I've told anybody in a very long time."
All Rights Reserved
#20
consultant
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • Drowning
  • Serenity
  • Breathe
  • Archetypal [Terbit]
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • 𝐀�𝐍𝐎𝐍𝐈𝐌 [π–π‡πŽ'𝐒 𝐈𝐍 𝐓𝐇𝐄 𝐖𝐀𝐓𝐄𝐑?]
  • Doctor Lil-Daddy [END]

"Let's break up, Mas." Kepalanya yang tadinya menunduk, kini menatap lurus ke arahku dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Entah sedang menahan tangis atau menelan rasa penyesalan. "Mungkin Mas emang nggak selingkuh," aku menjeda kalimatku sebentar. "Atau lebih tepatnya belum sempat selingkuh karena terlanjur ketahuan." Dia berusaha menyanggah argumen yang aku berikan, tetapi urung melakukannya karena aku mengangkat tanganku untuk memintanya berhenti. "Tapi sayangnya keduanya gak ada bedanya, Mas." Mati-matian aku menahan air mata yang ingin keluar, tidak sudi untuk menunjukkan kesedihanku pada laki-laki yang terlampau baik ini. "Entah Mas melakukannya atas dasar kebaikan sesama manusia atau perasaan lain yang belum selesai, aku tetap tidak akan mentolerirnya." "Just because you love me, doesn't mean I feel loved by you." "Just because you want to be a good person, doesn't mean you can treat everyone the same." Aku mengambil napas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Karena dalam prinsipku ada batas yang jelas antara pacar dan mantan pacar atau teman."

More details
WpActionLinkContent Guidelines