Story cover for The Lost Star by notsochocolate
The Lost Star
  • WpView
    Reads 17,857
  • WpVote
    Votes 1,293
  • WpPart
    Parts 35
  • WpView
    Reads 17,857
  • WpVote
    Votes 1,293
  • WpPart
    Parts 35
Ongoing, First published Feb 26, 2022
Major trigger warning: Mentioning of suicide, trauma, depression



"Kalila?" sebuah sapaan ragu-ragu terdengar dari belakangnya.

Kalila menoleh dan untuk beberapa detik, ia merasa jantungnya seolah berhenti. 

Mengapa pria ini bisa ada di sini? 

Pria itu berjalan mendekat, mata yang setajam elang menatap Kalila tepat di maniknya. 

Seketika itu juga ia merasa seperti tengah ditelanjangi. Mata itu, satu-satunya mata yang menjadi saksi titik terendah hidupnya. Titik kelam yang ingin ia kubur selamanya.

Tanpa bisa dicegah, kejadian 6 bulan lalu berkelibat di benak Kalila bak kereta ekspress.

~~~~

Kalila memiliki kepribadian yang tenang dan optimistik. Sampai ketika hari pernikahannya berubah menjadi sumber trauma dan menjatuhkan Kalila ke dalam lubang depresi.

Suatu hari dimana Kalila kehilangan kontrol dan berniat meninggalkan segalanya, ia bertemu Reagan, orang asing yang menyelamatkannya. Pria yang tanpa Kalila tahu akan mengubah kehidupannya.

~~~~

"Kamu harus percaya ketika aku bilang aku nggak bisa melihat masa depan tanpa kamu, Kalila. Because that's the most honest truth I've told anybody in a very long time."
All Rights Reserved
Sign up to add The Lost Star to your library and receive updates
or
#20consultant
Content Guidelines
You may also like
Drowning by alenaxdiaries
24 parts Ongoing
[M] Pada suatu pagi, Kaivan menemukan dirinya terkapar di tepi hutan belantara tanpa pakaian. Dia linglung, beberapa penduduk yang menemukan dirinya berusaha menolong, tetapi dia malah berteriak ketakutan. Kedua matanya menatap nyalang, sedangkan tubuhnya yang telanjang coba dia bersihkan dengan rumput-rumput yang tumbuh selutut orang dewasa itu. Di usia dua puluh satu tahunnya, Kaivan mendapati dirinya mengalami pelecehan seksual oleh lima orang seniornya di kampus. Namun sebagai lelaki, dia tidak mungkin menceritakan itu pada orang-orang. Masyarakat akan menertawakan dirinya. Tubuh tinggi dan tegap itu diperkosa oleh orang-orang bertubuh jauh lebih mungil darinya adalah sebuah lelucon yang tak akan pernah berhenti di bahas oleh orang-orang. Maka Kaivan memilih untuk memendam semuanya sendirian, hingga akhirnya dia ditemukan oleh sahabatnya dengan kondisi nyaris mengakhiri hidupnya. Lantas di sana kisah Kaivan dimulai, di sebuah dinding putih rumah sakit dengan bau obat yang kelewat menyengat penciuman. Tubuhnya yang teramat dia sayangi tak lagi terurus, Kaivan yang terkenal tampan perlahan menghilang tergantikan oleh depresi yang membuatnya tak mau bertemu orang termasuk sahabatnya. Pada akhirnya Kaivan mengalami PTSD, sehingga dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan profesional. Lantas di sana dia bertemu dengan seorang psikolog, yang entah kenapa malah berhasil membuatnya jatuh cinta. Namun kode etik yang dimiliki memaksa perempuan itu untuk menjauh dan membuat Kaivan kelimpungan. Bagaimana kisah Kaivan selanjutnya? Akankah dia berhasil mengatasi dirinya dan sang pujaan hati?
You may also like
Slide 1 of 8
Doctor Lil-Daddy [END] cover
Behind The Smile (TERBIT) cover
The Bridge Between Souls cover
Serenity  cover
Hopeless cover
BUNGA KEMBALI cover
eccedentesiast cover
Drowning cover

Doctor Lil-Daddy [END]

24 parts Complete Mature

Kebencian, trauma, dan kesedihan yang mendalam itulah yang memicu dan menjadikan dirinya seperti seorang monster. Tak taukah kau, mulutmu itu begitu tajam ketika kau memakinya dengan seenak hatimu hingga membuatnya semakin hancur? Dia kesakitan, sedih, marah, kecewa, depresi dan trauma lantaran penyiksaan demi penyiksaan yang menyakitkan, penghianatan cinta yang tragis, hinaan cercaan makian yang menyayat hati, bahkan pemerkosaan begitu mengerikan yang telah merengut secercah harapanya untuk hidup bahagia. Tidakkah kau dengarkan tangisan pilunya? Tidakkah kau dengarkan teriakanya yang menyayat hati itu? Atau kau pura pura tuli karena keegoisanmu? Bagaimana bisa kau tertawa dan mencerca, dan menghakiminya selayaknya manusia hina tanpa sudi mengenal dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Kau pikir kau siapa? "Dia monster kamar 23, dan dia pembunuh"