The Real Antagonist

The Real Antagonist

  • WpView
    Leituras 333,711
  • WpVote
    Votos 24,586
  • WpPart
    Capítulos 24
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, set 6, 2025
Cerita transmigrasi ~ ( Fantasi ) Aku masih ingat bagaimana sakitnya ketika ayah memukuli ku dengan kayu balok berulang kali. Aku masih mengingat bagaimana sakitnya ketika darah mengucur deras dari kepalaku karena ayah menghantamnya dengan sebuah botol kaca. Dan aku masih ingat bagaimana perihnya hati ku ketika ia terus mencaci maki ku dengan kata-kata kasar. Sakit, bahkan aku berharap hari itu juga aku akan mati. Dan ya, Tuhan mengabulkan nya, ayah menembak ku tepat di jantungku menggunakan pistol kesayangan nya dengan wajah tanpa ekspresi. Aku berharap setidaknya waktu aku akan mati ia merubah wajah bencinya menjadi wajah penuh sayang, tapi....itu mustahil. Tuhan aku ingin merasa bahagia, sekali saja.... -------------------------------------------------- "Aku....masih hidup?" "Yaampun nona, akhirnya nona sadar!!" "Anda siapa?"
Todos os Direitos Reservados
#319
pindahjiwa
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Only for Villainess (Tamat)
  • adira
  • Skanuel─Atalaric
  • tranmigrasi Ariyana
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • ku rebut cinta nya dari mu (On Going)
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • The Story Arkan
  • PERAN

Salah satu impianku adalah bisa merasakan nikmatnya menjalani kehidupan makmur; kenyang, tidak perlu memikirkan masalah ekonomi, dan satu-satunya masalah hidup hanya memikirkan "besok mau makan apa?" Nah, jenis kehidupan damai, mapan, dan nyaman seperti itulah yang aku dambakan. Akan tetapi, begitu kematian mendekat dan ajal berhasil memutus napas kehidupan dariku; aku justru menempati raga salah satu tokoh antagonis sampingan dari novel yang sangat aku gemari: Ruby! Tidak masalah andai aku pindah ke tubuh Ruby ketika dia sudah menjadi orang kaya! Namun, .... "Anak tidak berguna!" Begitu mendarat wali asuh Ruby sibuk menghajarku dengan tamparan. Hei, ini bukan jenis transmigrasi yang aku dambakan! Biarkan aku hidup sebagai warga makmur dan tenteram, bukan korban kekerasan dalam rumah tangga! Apa gunanya transmigrasi bila harus bersusah payah dari awal? *** "Jadi, dia putri adikku?" Armand, kakak dari mendiang ayah kandung Ruby, membawaku pindah dari rumah "Tangisan Anak Tiri" menuju kediaman Aveza. "Kenapa dia begitu dekil?" Pearl, anak perempuan Armand, langsung mengataiku sebagai warga kelas bawah. "Barangkali Ayah salah anak." Alex, anak lelaki Armand, menganggapku sebagai sebuah kesalahan. Hei, kenapa aku harus berhadapan dengan pedihnya kehidupan remaja? Tidak bisakah aku menerima kunci emas sebagaimana penerima transmigrasi dunia? Sudah cukup berat hidup di dunia nyata, aku tidak perlu menghadapi dilema remaja kedua kalinya! "Kau keponakan orang sekelas Duke Aveza?" Sislin, tokoh utama pria, ternyata lebih menyebalkan daripada penggambaran novel. "Enyah!" Viren, big villain, menandaiku sebagai sampah masyarakat. Kepada para tokoh utama dan antagonis, tolong biarkan saya hidup damai dan tenteram serta bahagia. Terima kasih.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo