We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bloom in Silence

Bloom in Silence

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Mentari menjalani hidup sederhana sebagai penjaga perpustakaan di kota kecil pesisir utara Jawa. Di ruang sunyi itu, ia menemukan ketenangan-dan pantulan dirinya sendiri. Ketertarikannya pada Mesir, Cleopatra, dan Ra membuatnya percaya bahwa cahaya tak selalu harus menyilaukan untuk berarti. Hingga sebuah pertemuan sederhana tanpa diduga perlahan mengubah sunyi yang ia pilih Sebuah cerita tentang diam, cahaya, dan pertemuan yang datang tanpa direncanakan.
All Rights Reserved
#117
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Plis, Hargai Aku (TAMAT)
  • I Can Hear Your Voice
  • From Aleeza!
  • HEARTACHE [Completed]
  • Bagaskara [TAMAT]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • You Are Mine [Terbit]
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines