Story cover for SUIT GAME by Yi-Dara
SUIT GAME
  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 150
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 150
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Feb 26, 2022
Ini adalah kisah Key.

Cewek yang selalu jadi ketua game terbaik bersama dua sahabat bobroknya, Arlan dan Jo.

Tenang!!!
Mereka didominasi 20% waras dan sisanya, yah tau sendiri lah, ngeselin, nyebelin, gila, abstrak bin absurd banget deh. Langka pokoknya.

Dan dengan kehadiran Key di antara mereka, setidaknya mereka menemukan frekuensi yang sama.

Sama-sama nyeleneh.

Tapi Key tidak separah Arlan apalagi Jo. Arlan yang tampangnya cowok ganteng nan cool, di saat ketemu sahabat malah jadi bobrok. Sedangkan Jo, jangan di tanya. Dia dari sono-nya emang udah bobrok.

Dan Key, dia cuma pipti-pipti (50-50) aja kok. Bobrok sekenanya, waras seperlunya. Normal kaya manusia biasa.

Eits, mereka cuma bobrok dalam sikap dan perilaku. Sedangkan otaknya berisi semua kok, apa lagi dalam hal tenaga, kepake semua deh. 

Tapi apa jadinya, disaat permainan yang sering mereka mainkan setiap satu semester sekali tiba-tiba berubah mendadak dan mengakibatkan salah satu di antara mereka meninggal.
All Rights Reserved
Sign up to add SUIT GAME to your library and receive updates
or
#97games
Content Guidelines
You may also like
ARKA vs CINTA : Duel Maut Di Sma by sagtaris
21 parts Complete
Hari pertama masuk SMA, Cinta udah siap banget buat jadi cewek paling kece, paling keren, dan paling anti-drama di sekolah barunya. Tapi rencana itu langsung hancur total gara-gara satu insiden absurd di gerbang sekolah: dia ribut sama cowok nggak jelas yang ternyata... Arka. Awalnya cuma perkara kecil-Cinta kesandung trotoar, refleks narik tas orang buat pegangan, dan sialnya, tas itu punya Arka. Hasilnya? Buku Arka nyebar ke mana-mana, satu SMA nontonin, dan cowok itu langsung ngecap Cinta sebagai "pembawa sial hari pertama." Masalahnya, dunia ternyata sempit banget. Si Arka ini nggak cuma sekelas sama Cinta, tapi juga duduk persis di bangku sebelahnya! Dari situ, mereka jadi sering cekcok-dari debat soal tempat duduk, tugas kelompok, sampai siapa yang lebih jago main game di HP pas jam kosong. Setiap hari selalu ada aja yang bikin mereka ribut, tapi anehnya... mereka juga jadi makin dekat. Awalnya cuma perang dingin biasa, lama-lama berubah jadi duel gengsi. Siapa yang duluan baper, kalah. Siapa yang ngaku suka duluan, auto malu. Tapi ya gimana... kalau setiap kali berantem malah jadi makin kepikiran, itu tandanya masih musuhan atau udah masuk ke fase baru yang lebih berbahaya? Di SMA ini, Arka dan Cinta bukan cuma belajar akademik, tapi juga belajar satu hal yang paling rumit: cara mengakui kalau musuh bebuyutan bisa berubah jadi seseorang yang spesial. Siapa yang bakal kalah duluan dalam Duel Baper ini? note : cerita ini mungkin cuma sedikit bab pict by Pinterest✨
You may also like
Slide 1 of 10
Love Letters [END] cover
Sweet Couple (Erlangga Dan Aline) cover
Oh Dev ! cover
SELA ta KEY [END] cover
SKRIPSUIT  ✔ cover
Trauma cover
11.11 (Sebelas kembar) [End] cover
GAME OVER [TERBIT] cover
The Squad Bobrok cover
ARKA vs CINTA : Duel Maut Di Sma cover

Love Letters [END]

52 parts Complete

Katanya, Khaezar Haga Archello itu tidak pernah tertarik dengan wanita. Jadi, Jinaya merasa aman meskipun harus berada satu ruangan yang sama setiap harinya dengan Khaezar. Sosoknya yang dingin, irit bicara, misterius dan jarang berinteraksi dengan wanita semakin memperkuat keyakinan Jinaya kalau sepertinya Khaezar itu, Gay! Tapi kenyataan berhasil menghantam Jinaya. Khaezar jauh lebih berbahaya daripada buaya di kampusnya! Khaezar jauh lebih sinting dari yang ia duga! Dengan entengnya Khaezar berkata, "Gue punya kupon free kisses and cuddle- unlimited, khusus buat lo. Kamar kita sebelahan, kalau mau tinggal panggil aja." Jinaya tidak peduli jika ia menjadi gila saat itu juga, Jinaya jauh lebih khawatir kalau jantungnya akan menggila dan berakhir ia jatuh cinta. **** "Tenang aja, dia gak tertarik sama cewe, lo pasti aman kalo separtemen sama dia, Jinaya." "AMAN MBAH MU! Baru sehari udah ketar ketir gue ini!"