Aurora : My Happiness

Aurora : My Happiness

  • WpView
    Reads 496
  • WpVote
    Votes 269
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing5h 45m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dia, Aurora wanitaku yang berhasil membuatku menjadi percaya kembali dengan cinta. Dia adalah sumber dari seluruh kebahagiaanku yang berhasil menjadikan ku mahkluk paling bahagia di planet ini. Dengan senyum nya yang menular, ya senyuman itu yang membuat ku semakin yakin menjadikkan nya separuh kehidupanku. Aurora, kamu indah tetapi kamu sangat sulit di temukkan. "Semoga Tuhan menakdirkan kita, untuk selalu manjadi kita." - Antariksa "Antariksa jagoan Aurora ga boleh nangis." - Aurora Aurora, aku adalah rumah tempatmu pulang. Aurora cintaku, perlu kamu ketahui sampai saat ini kamu selalu menjadi alasan mengapa aku bahagia. Aurora, tetaplah menjadi Aurora si wanita paling bahagia di bumi ini, teruslah menjadi happy virus untuk orang-orang yang ada di sekitarmu. Aku, Antariksa selalu mencintaimu dimanapun kamu berada.
All Rights Reserved
#56
komedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALDYAKSA (SELESAI)
  • Someone In My Past
  • Suami Yang Hilang
  • Asmaraloka Saptakāla [COMPLETED STORY]
  • Restu {END}
  • Dante, My Angel Eyes
  • Ikatan I Oneshoot
  • SECRET
  • Sampai Menutup Mata
  • Antara Luka & Cinta Baru

Seperti rinaian hujan yang jatuh tanpa diketahui, begitupun takdir. Entah ini lelucon ataupun sudah ketentuan kehidupan, Alsava Kanaya hanya ingin mengetahui keganjalan yang dialami. SMA DWIRAMA mempertemukannya dengan sosok lain. Lalu, keganjalan itu menyeruak perlahan. Kebahagiaan atau kesengsaraan tanpa batas yang akan didapatkannya? "Kalau Lo mencari tahu dimana kebahagiaan itu hinggap, maka jawabannya adalah hati." "Banyak orang diluar sana menjadikan senyum sebagai rekayasa. Sekarang untuk percaya orang itu bahagia atau tidak, kita harus lebih mengenalnya." Ketika senyum dipertanyakan dan air mata diabaikan, takdir yang abstrak membuat terpaksa menjalani sampai napas terakhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines