We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rindu Di Selat Bosphorus

Rindu Di Selat Bosphorus

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang seseorang yang pergi jauh hanya untuk mengungkap sebuah mimpi, dan bertahan hidup dengan penuh rasa rindu. Tentang seseorang yang tidak berani berbicara bahwa dia sudah dewasa, dapat menentukan arah tanpa tunggu perintah. Tentang rasa yang tak terbalas, memberi alasan pergi jauh berujung rindu di selat pemisah dua benua.
All Rights Reserved
#332
storylife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • BLUE IRIS FLOWER
  • CINTA 2
  • I'M BRAVE AND STRONGER THAN YOU
  • OLLECRAM A NORMAL MAN IN HEAVEN IS WEIRD IN NEW YORK
  • Cinta dan pencarian diri
  • Venus dan Caraku Memperlakukanmu
  • When Best Friend Get Married
  • The Adventure of TRUE love
  • **RAHASIA PULAU YG TERLUPAKAN**

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines