SANUBARI

SANUBARI

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 8, 2022
SANUBARI... "Karena gue tau, gue nggak akan baik - baik aja!" Cerita ini, menceritakan tentang perjuangan seorang gadis yang rapuh namun tetap terlihat tegar di mata dunia. Gadis yang selalu menutupi segala keluh kesahnya, gadis yang menyembunyikan semua hal buruk dalam hidupnya pada sanubari nya. Hati? Itu seakan retak di dirinya. Tak pernah gadis itu bayangkan akan mendapat masalah dalam hidupnya selama ini, yang ia bayangkan akan mendapat hidup yang bahagia, tak sesuai ekspetasinya, justru itu menentang segalanya. Keluarga, Sahabat, Cinta? Entahlah. Ini tentang Melani. Gadis rapuh yang terlihat kuat di mata dunia, memendam segalanya dalam hatinya.
All Rights Reserved
#8
masalahhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Boyfriend
  • About SAMANTHA
  • Love & Enemy
  • "Gue Ganteng!!" (COMPLITED)
  • HANCUR💔<END|
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}
  • LENATHAN (hiatus)
  • THE CLIMB [Completed]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines