Audinne with an e

Audinne with an e

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Kehidupan pernikahan dan setelahnya adalah hal yang paling dibenci Audinne. Ia tidak pernah bermimpi untuk bisa merasakannya--bahkan, untuk memikirkannya pun tidak pernah terlintas pun satu kali. Andai saja hidupnya bisa seindah namanya. Audinne pasti tidak akan merutuki apa yang terjadi di hidupnya saat ini. Dilihat dari luar, sih, hidupnya baik. Masih jauh dari kata sempurna, tapi cukup baik untuk lingkungan sekitarnya. Seperti orang-orang di luar sana, Audinne tak memiliki banyak teman dekat. Bahkan, boleh dibilang hanya satu orang yang selalu ada bersamanya--jatuh bangun hidup menyebalkannya, hingga hancur berkeping, dengan ditemani oleh Rajendra. Bagi Rajendra, Audinne segalanya untuk hidupnya. Ia akan melakukan apapun untuk Audinne, tanpa dan sesuai yang Audinne pinta. Tapi untuk satu hal ini, kelewatan. Rajendra tak seharusnya mempertaruhkan hidupnya pada Audinne, ini jauh dari kata balas budi. Bagi Audinne, ini adalah kutukan. Kalau saja masalah ini jauh dari kata pernikahan dan mengurus nyawa anak Adam. Rajendra tak perlu turun tangan membereskannya. Keduanya menyatu dalam masalah yang runyam. Tak seindah namanya, tak seindah apa yang mereka bayangkan. Audinne mengutuk takdirnya yang menjijikan.
All Rights Reserved
#5
friendhsip
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Narasi patah hati
  • Under the Sky [End]
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • REGATHAN [END]
  • The Divorce Paper
  • Pregnancy By Accident ✔️
  • Setelah Menikah
  • Abayyuna: Jaerose
  • Seleksi Ayah (Cerita Ouia)

Pernikahan yang ada di depan mata hancur berantakan dalam semalam. Mimpi, cinta, usaha dan segala hal yang selama ini ia tapaki seolah runtuh bersama dengan pengkhianatan yang ia terima. Mahika tak pernah menyangka hidupnya yang adem ayem akan mencapai titik klimaks rasa kecewa di usia dua puluh dua. Sikap optimis yang mendarah daging dalam dirinya tak lagi bersisa selepas malam itu. Tak lagi ada setitikpun cahaya yang bisa ia lihat ketika bangun di pagi hari. Cintanya selama dua tahun kandas di saat mereka harusnya tengah berbahagia. Bagaimana bisa dunia sekejam itu padanya? Narasi-narasi patah hati berkumandang nyaring sekali, menyambut kegagalan akbarnya yang mematahkan hati ; sepatah-patahnya. Mahika hancur, lebur dalam keping-keping rasa sakit yang tiada henti menikam, meluluh-lantahkan sedikit harga diri yang ia genggam. Luka itu terlalu dalam hingga ia meragu ... bertanya-tanya diantara isak tangis yang ia untai di depan Tuhan yang maha kuasa. Pasca rasa sakit ini, apakah ia akan bisa kembali jadi Mahika seperti sebelumnya? Apakah akan ada masa dimana ia percaya lagi pada cinta? Dan apakah ada di luar sana, setidaknya satu saja ... satu saja manusia yang bisa ia genggam tangannya tanpa menyakiti ataupun mengkhianati? (PERHATIAN ‼️ BEBERAPA PART DALAM CERITA INI SUDAH DI HAPUS OLEH PENULIS DAN BISA DI BACA DI KARYAKARSA. TERIMAKASIH.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines