AKU
  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 21, 2025
Tidak semua manusia yang terlihat baik-baik saja itu benar adanya. Adapun sebagian besar orang hanya ingin tau penyebabnya tanpa mau membantu bahkan sampai ada yang mencoba untuk mengadu nasib? Kadang kita butuh menguatkan mental serta memperluas bendungan air mata supaya tidak terlihat lemah di depan semua orang yang kita sayang. Seperti Alderra Kiandra Ulfah, gadis cantik yang di kenal ramah, murah senyum dan ceria nyatanya banyak sekali kepahitan yang harus ia lewati setiap harinya. Kia yang selalu menganggap RUMAH adalah tempat dia beristirahat, nyata nya membuat dirinya semakin terjerat ke dalam kenyataan yang lebih pahitnya lagi. Hanya PACARNYA lah yang selalu jadi tameng utama untuknya, tapi apakah benar itu akan 'selalu' sampai nanti? Ia bahkan selalu mencari-cari arti dari kata 'Bahagia' yang diri nya pun tidak pernah merasakan dan mengerti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • ARETHA
  • Talaskar [End]
  • Arthaya
  • AlTa (S E L E S A I)
  • ZERGAN
  • STORY OF FANY
  • SENJA & story with you
  • BOY & SENJA

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines